Rabu, 11 Maret 2015

La Nyalla Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi RS Unair

La Nyalla Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi RS Unair

11/03/15, 18:06 WIB
La Nyalla Matalitti usai menjalani pemeriksaan di KPK, Rabu (11/3). (Imam Husein/Jawa Pos)
JAKARTA - Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Matalitti selesai menjalani pemeriksaan tim penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaan itu terkait dengan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
“Saya dimintai keterangan tentang proyek 2010 di Unair, nggak ada hubungannya dengan PSSI. Ini tentang perusahaan saya Airlangga Tama,” ujar La Nyalla usai diperiksa di kantor KPK, Rabu (11/3).
Ketua Umum Kadin Jatim itu menyebut PT Airlangga Tama ikut serta dalam proyek pembangunan RS Unair yang terindikasi ada tindak pidana korupsi. “Ini kami (PT Airlangga Tama) kan JO (Join Operation) dengan PP (PT Pembangunan Perumahan),” katanya.
La Nyalla mengatakan penyelidik KPK menyecar dirinya dengan pertanyaan seputar proses pemenangan tender pembangunan Rumah Sakit Unair pada 2010 lalu tersebut. “Tidak ada yang aneh, semuanya aman,” ucapnya.(Putri Annisa/dio)

Keluarga Minta Biro Travel Bertanggung Jawab

Keluarga Minta Biro Travel Bertanggung Jawab

WNI Hilang Kontak di Turki
10/03/15, 06:10 WIB
Foto Ilustrasi AFP
JAKARTA – PT Smailing Tour, agen perjalanan yang mengantarkan 16 warga negara Indonesia (WNI) yang menghilang di Turki, tidak pernah curiga bahwa kliennya itu sengaja memisahkan diri. Saat pamit, 16 WNI tersebut menyatakan hanya ingin mengunjungi keluarga di sekitar Istanbul.
Chief Operating Officer (COO) PT Smailing Tour Davi Batubara mengatakan, pihaknya tak punya prasangka buruk karena mereka mendaftar dengan prosedur pada umumnya. Rombongan tersebut melakukan registrasi secaraonline.
”Jadi, mereka e-mail ke perusahaan untuk meminta penawaran. Kami balas permintaan itu dengan proposal yang berisi itinerary (jadwal) dan harga,” katanya di Jakarta Senin (9/3). Setelah harga cocok, mereka mengirimkan fotokopi paspor dan sejumlah syarat standar lain.
Saat mereka meminta berpisah, menurut Davi, pemandu pun sudah berusaha merayu agar tetap mengikuti paket tur. Apalagi, perusahaan hanya punya seorang pemandu wisata. Namun, mereka tetap kukuh dengan alasan bahwa keluarganya memang berada di sekitar Istanbul saja.
Menurut Davi, mereka lantas menandatangani surat pernyataan dengan diwakili salah satu orang. Mereka berjanji bertemu di Pamukkale pada 26 Februari. ”Guide melihat kondisi mereka memang sekeluarga dengan balita. Jadi, masih percaya bahwa memang mau mengunjungi keluarga,” terangnya.
Namun, lanjut dia, sejak komunikasi terakhir 26 Februari, saat keluarga mengatakan akan bertemu ketika kepulangan di bandara, rombongan tersebut semakin sulit dihubungi. Saat hendak pulang pun, telepon dari pemandu tak diangkat hingga nomor mereka tidak aktif lagi.
Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (PWNI-BHI Kemenlu) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, dokumen yang diparaf sebelum rombongan tersebut menghilang bukanlah surat pernyataan. Itu hanya paraf di buku program yang menjadi bukti bahwa peserta tak akan menuntut pengembalian uang.
”Di sana, memang ada tulisan bahwa mereka kembali pada 26 Februari. Tapi, sebenarnya sampai saat ini peserta itu masih tanggung jawab mereka (Smailing Tour, Red). Yang menjadi masalah, tak ada pihak keluarga yang mengadukan kehilangan atau protes ke pihak perusahaan,” jelasnya.
Dari Solo, keluarga WNI yang hilang kontak di Turki sejak pekan lalu itu menyayangkan sikap agen perjalanan yang hingga Senin (9/3) dinilai tidak proaktif dalam memberikan informasi tentang hilangnya kerabat mereka. Keluarga hanya mengetahui peristiwa tersebut dari media.
”Kami mohon maaf, baru kali ini memberikan klarifikasi terkait hilangnya anggota keluarga kami. Kami baru tahu anggota keluarga kami hilang dari media,” ungkap Muhamad Arif, wakil keluarga WNI yang hilang, dalam jumpa pers di Sekretariat Badan Konsultasi Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kemarin.
Arif membantah hilangnya enam kerabatnya berkaitan dengan gerakan radikal Negara Islam Iraq dan Syria (ISIS). Sebab, tujuan kepergian warga Solo tersebut ke Turki adalah berwisata dan berbisnis.
”Saya yakin, adik saya tidak terlibat (gerakan radikal),” tegas dia.
Arif adalah anak pertama Umar Salim. Sedangkan Fauzi Umar Salim, 37, adalah anak kedua, dan Hafid Umar Babher, 31, anak keempat. Hafid pergi ke Turki bersama istrinya, Soraiyah Cholid, 28. Mereka membawa serta ketiga buah hati; Hamzah Hafid, 6; Utsman Hafid, 4; dan Atikah Hafid, 2,5.
”Saya kontak terakhir dengan Fauzi Jumat (27/2) sekitar jam empat sore. Hanya basa-basi, jangan lupa oleh-olehnya. Saya bilang, nanti saja telepon lagi karena (saya) masih di jalan. Tapi, setelah saya tunggu-tunggu, nggakmenelepon lagi. Saya telepon balik, sulit tersambung,” bebernya.
Sebelum berangkat ke Turki, lanjut Arif, selama setahun terakhir Fauzi berjualan akik. Sedangkan Hafid kerap mendapat order gorden dari mitra bisnisnya. Selain itu, ada kerabat di Timur Tengah yang memberikan tawaran bisnis herbal dan minyak zaitun.
Apakah Arif mengenal dua warga Solo lainnya, yakni, Utsman Mustofa Mahdamy dan Sakinah Syawie M. Tafsir yang juga hilang kontak di Turki? Dia membenarkannya. ”Utsman Mahdamy dan Sakinah itu kerabat jauh. Mereka berangkat (ke Turki) dari Surabaya,” jelas Arif.
Pihak keluarga sangat menyayangkan kinerja agen perjalanan (travel) yang memberangkatkan delapan warga Solo tersebut ke Turki. Sebab, hingga kemarin, tidak ada pemberitahuan dari agen perjalanan kepada keluarga soal nasib adik dan kerabat Arif lainnya. Arif dan keluarga besarnya berharap pemerintah secepatnya membantu pencarian anggota keluarganya.
Di Surabaya, keluarga Salim Muhamad Attamimi, salah seorang WNI yang menghilang di Turki, tidak percaya bahwa bujang 28 tahun itu ikut dengan gerakan radikal seperti ISIS. Sebab, sehari-hari anak ragil di antara tiga bersaudara tersebut bukan orang yang berperilaku ekstrem atau fanatik.
Saidah Attamimi, kakak Salim, mengungkapkan, tidak ada perubahan sikap dari adiknya sepekan sebelum kepergian. Yang dia ingat, Salim hanya pamit ingin pergi. Salim memang sudah biasa pergi dalam waktu lama untuk naik gunung. ”Biasanya pergi sampai tiga atau empat hari. Hobinya memang naik gunung dan memotret,” kata Saidah saat ditemui di rumahnya, Jalan Kalimas Hilir III, Surabaya, kemarin.
Pada hari ketiga setelah Salim meninggalkan rumah, Saidah sempat menghubungi nomor telepon seluler (ponsel) adiknya. Namun, tidak ada respons. Saat itu dia hanya berpikir bahwa adiknya sedang berada di gunung yang sering sulit sinyal.
Dia menyebutkan, adiknya yang berperawakan kurus kecil itu memang pernah pergi ke luar negeri. Dua tahun lalu Salim pernah umrah. ”Berangkatnya rombongan. Ada saudara sepupu yang ikut juga,” tutur dia.
Keluarga baru benar-benar yakin bahwa Salim turut dalam rombongan di Turki saat ada petugas dari Kemenlu yang datang ke rumah mereka di Ampel Kejeron. Saat itu Saidah hanya bisa membesarkan hatinya dan mencoba tabah. ”Apalagi umi sudah berumur. Saya takut kenapa-napa,” tambahnya.
Meskipun begitu, dia tetap tidak yakin bahwa Salim ingin ikut dalam ISIS. Dia yakin bahwa adiknya itu muslim yang tidak ekstrem. Berdebat di rumah soal agama juga tidak pernah. ”Hanya kalau saya keluar di gang rumah tidak pakai jilbab, ditegur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Kombespol Rikwanto menuturkan, penyelidikan terhadap hilangnya 16 WNI itu mengarah ke dugaan bergabung dengan ISIS. Namun, masih sedikit bukti yang disusun. ”Belum pasti. Siapa tahu ada tindakan pidana,” ujarnya.
Salah satu indikator yang menguatkan dugaan bergabung dengan ISIS adalah jarak Turki dengan Syria yang begitu dekat. ”Saat ini hanya jarak Turki dan (daerah kekuasaan) ISIS yang dekat. Itu yang menimbulkan salah satu dugaan bergabung ISIS,” jelasnya.
Dia mengatakan, tentu ancaman ISIS itu tidak bisa hanya diselesaikan oleh Polri. Berbagai lembaga seperti Kemenlu, TNI, dan semua pihak bisa bersama-sama mengantisipasi dan mencegah kejadian serupa. ”Koordinasi pemerintah harus lebih baik lagi,” kata dia.
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta seluruh agen perjalanan lebih berhati-hati dan teliti ketika membawa rombongan umrah plus kunjungan ke Turki. Saat ini banyak paket perjalanan umrah yang memberikan trip tambahan ke negeri itu. Dari kejadian tersebut, perjalanan WNI langsung ke Turki akan diawasi karena berpotensi menjadi jalan untuk bergabung dengan ISIS di Syria.
Lukman menjelaskan, berdasar aturan, memang biro perjalanan umrah harus dengan saksama mengawasi jamaahnya. ”Tidak boleh ada yang lepas. Harus dikawal terus selama di luar negeri,” terang menteri sekaligus politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Sebelumnya, dugaan bergabungnya 16 WNI dengan ISIS disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman saat ditemui di Istana Negara akhir pekan lalu. Menurut dia, modus seperti itu juga dilakukan dalam kasus-kasus WNI yang ingin menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Caranya, mereka kabur dari rombongan saat umrah. ”Makanya, kami sedang dalami motif mereka (16 WNI, Red) dan mengumpulkan informasi-informasi dari keluarga mereka di sini,” papar dia.
Di sisi lain, kepolisian mengusulkan pencabutan paspor mereka. Tapi, tentu paspor tersebut tidak asal dicabut. Paspor 16 orang itu baru dicabut kalau mereka benar-benar terindikasi bergabung dengan ISIS.
Opsi tersebut mencuat setelah pertemuan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf dengan perwakilan imigrasi kemarin. ”Saya memang telah berkoordinasi dengan perwakilan imigrasi pusat. Dari situ, ada kemungkinan paspor dicabut bila mereka bergabung dengan ISIS,” kata Anas.
Begitu paspor dicabut, pihak imigrasi akan menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). Opsi tersebut muncul sebagai salah satu upaya untuk mempermudah pencarian 16 WNI itu. Sebab, ketika paspor dicabut, keberadaan mereka menjadi ilegal. Dengan begitu, kalau masih berada di Turki, mereka tentu tidak bisa berpindah ke negara lain.
Kalaupun telah menyeberang ke negara lain, mereka tentu tidak bisa berpindah ke tempat lain lagi tanpa paspor. Harapannya, dengan cara itu, mereka bisa ditemukan. ”Kalau mereka nanti ketemu, tentu akan diterbitkan kembali paspornya. Itu wacana yang telah kami komunikasikan dan kini sedang dibahas oleh teman-teman di imigrasi,” terang Anas. (bil/idr/wan/owi/jun/fim/kwl/wa/JPNN/c11/sof)

Ketika Selebritis Football Club (SFC) Gelar Kongres

Ketika Selebritis Football Club (SFC) Gelar Kongres

Ingin Bikin Film dan Ikut Liga Nusantara
27/02/15, 11:00 WIB
CINTA BOLA: Anggota SFC berpose bareng setelah acara kongres di Senayan, Jakarta. (SFC)
JANGAN bayangkan kongres SFC yang digelar di sebuah restoran di Senayan, Jakarta, Rabu (25/2), layaknya kongres organisasi-organisasi pada umumnya. Suasananya santai. Bahkan, sering kali diselingi guyonan. Sekitar 20 orang menghadiri kongres yang kali pertama digelar tersebut.
JANGAN bayangkan kongres SFC yang digelar di sebuah restoran di Senayan, Jakarta, Rabu (25/2), layaknya kongres organisasi-organisasi pada umumnya. Suasananya santai. Bahkan, sering kali diselingi guyonan. Sekitar 20 orang menghadiri kongres yang kali pertama digelar tersebut.
Beberapa di antara yang hadir adalah sosok-sosok yang sering nongol di layar kaca. Sebut saja Valentino Simanjuntak, Rochy Putiray, Rendra Soedjono, Gusti Randa, Vennard Hutabarat, Soleh ”Said Bajaj Bajuri” Ali, Augie Fantinus, Vicky Nitinegoro, Judika, dan Samuel Rizal.
Sebagai pendiri, Gusti Randa mengaku senang karena SFC akhirnya bisa melaksanakan kongres. Betapa tidak, sejak berdiri 12 tahun lalu, baru kali ini mereka menggelar kongres. Sangat sulit mencari jadwal yang pas untuk mempertemukan para anggota yang mayoritas adalah artis.
Nah, lewat kongres itu, dibentuklah struktur organisasi SFC secara resmi. Menurut Gusti, hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan komitmen kuat anggota SFC. Tak cuma bermain bola, SFC juga bisa dikembangkan secara lebih luas.
”SFC ini adalah perkumpulan sepak bola artis terlama. Karena itu, saya meyakini ada yang bisa dilakukan untuk lebih berguna buat kami dan sepak bola Indonesia. Misalnya, punya perwakilan di daerah-daerah,” kata Gusti.
Gusti membentuk SFC bersama artis Gugun Gondrong. Untuk kali pertama, SFC bermain di Lapangan PASI Senayan pada 3 Maret 2003. Saat pertama SFC bermain, anggotanya 20-an. Setelah itu, SFC rutin berlatih sekali sepekan. Rabu atau Kamis adalah jadwal berlatih di Lapangan PASI Senayan. Mulai 2007, berkat izin PSSI, SFC bisa berlatih di Lapangan Timnas Senayan.
’’Saya merasakan agak ribet ketika ditinggal Mas Gugun. Karena itu, dengan organisasi dan administrasi resmi SFC, saya mengincar regenerasi yang lebih baik. Biar yang muda-muda ini care dengan SFC,’’ kata Gusti.
Sebagai yang ’’dituakan’’, Gusti menjadi manajer dan pelatih ketika SFC bertanding di luar kota. Beberapa kota yang pernah mengundang SFC adalah Medan, Lombok, Samarinda, Makassar, dan Gorontalo. Mereka yang mengundang menanggung tiket pesawat, hotel, dan uang saku. ’’Kisahnya lucu-lucu. Karena teman-teman artis ini kan sering abai. Ada cerita ketinggalan pesawat, tiket salah nama, sampai lupa dibangunin saat mau tanding,’’ katanya.
Mengoordinasi para artis, bagi Gusti, adalah tugas yang tak pernah terkira pada awalnya. Mencari jadwal kosong buat para artis sangat sukar. Belum lagi masalah yang timbul di lapangan. Saat bertanding di lapangan, para artis itu punya ego yang besar. Inginnya main sendiri.
Kongres kemarin menetapkan Rendra Soedjono sebagai presiden SFC dan Valentino Simanjuntak sebagai sekretaris jenderal (Sekjen). Mereka akan memimpin dalam periode 2015–2017. Rendra mengatakan, proyek ke depan SFC adalah membuat organisasi lebih menguntungkan dan menyenangkan. Salah satu caranya, membuat film bertajuk SFC The Movie.
Film tersebut bertutur mengenai perjalanan SFC dibentuk sampai menjadi organisasi sepak bola buat selebriti yang beranggota sekitar 80 orang. ’’Organisasi ini akan lebih kreatif. Termasuk, kita akan bikin rekaman dangdut yang dijual secara komersial. Pokoknya, organisasi ini menghasilkan sesuatu yang positif,’’ kata Rensu, sapaan akrab Rendra Soedjono.
SFC juga punya misi mencetak pemain profesional. Sebab, dari SFC, sudah lahir dua pemain yang bergabung dengan klub dan mengikuti kompetisi. Yakni, M. Rifky (Sriwijaya FC dan Persiba Balikpapan) dan Indra Kahfi (PSPS Pekanbaru). ’’Kita juga akan mendaftarkan diri ke Asprov Jakarta untuk menjadi bagian dari mereka. Sehingga kita bisa ikut kompetisi internal. Kalau memungkinkan, kita punya mimpi ikut Liga Nusantara,’’ tutur Rensu.(*/c10/ca)

Ban Michelin Belum Stabil

Ban Michelin Belum Stabil

27/02/15, 11:06 WIB
SERIUS: Kondisi motor Jorge Lorenzo setelah kecelakaan dalam kecepatan tinggi. (Crash.Net)
SEPANG – Rentetan kecelakaan parah mewarnai uji coba ban baru Michelin untuk MotoGP di Sepang, Malaysia, Kamis (26/2). Empat pembalap tim pabrikan mengalami insiden saat melaju dalam kecepatan tinggi di lokasi yang nyaris sama.
Aleix Espargaro (Suzuki), Jack Miller (LCR Honda), Jorge Lorenzo (Yamaha), dan Andrea Dovizioso (Ducati) terjatuh di tikungan 3 (ke kiri) atau tikungan 5 (ke kanan). Turn 5 juga menjadi TKP tiga kecelakaan pembalap factory awal bulan ini.
Dua insiden di tikungan 5 dialami Espargaro dan Miller. Sedangkan Lorenzo dan Dovizioso terlempar di tikungan 3. Beruntung, semua mampu berdiri kembali tanpa cedera parah. Namun, berdasar foto-foto yang beredar, motor yang mereka tunggangi mengalami rusak berat.
Uji coba tersebut adalah kali pertama pembalap menjajal ban prototipe Michelin yang dikembangkan untuk musim 2016. Pabrikan Jerman itu akan menggantikan Bridgestone sebagai pemasok ban kelas premium tersebut mulai tahun depan. Tiga hari beruntun sebelumnya para rider masih menggunakan ban Bridgestone.
Dari hasil uji coba kemarin, Michelin mengakui bahwa ban prototipe buatannya kurang stabil, baik dari sisi depan maupun belakang. ’’Stabilitas depan dan belakang biasanya hal yang sering terjadi di balap mobil. Tapi, sekarang itu juga ditemui di motor balap,’’ terang Direktur Teknis Michelin Nicolas Goubert.
Pada dasarnya, lanjut Goubert, kecelakaan pada tikungan 3 disebabkan pembalap membuka tuas gas terlalu cepat. ’’Mungkin mereka ingin memanfaatkan potensi maksimal cengkeraman roda belakang, tapi roda depan tidak mampu menerima reaksi dari pembukaan gas yang terlalu cepat,’’ paparnya via Crash.
Beberapa pembalap yang tidak celaka mengatakan tidak menggeber gas cepat-cepat saat keluar dari tikungan karena merasa cengkeraman roda depan belum sampai pada level terbaiknya. Goubert membela, ketidakseimbangan cengkeraman bisa diatasi dengan mengubah settingmotor. Tapi, modifikasi seperti itu tidak bisa dilakukan ketika menjajal beberapa set ban dengan karakter berbeda.
’’Menurutku, ini bukan hanya soal ban, melainkan juga setting motor. Tapi, mereka tidak bisa melakukannya hari ini karena tidak cukup waktu,’’ kilahnya. Michelin membawa dua set ban depan dan tiga ban belakang yang berbeda. Goubert menambahkan, ketahanan ban bukan masalah bagi Michelin karena Marc Marquez mampu tampil konsisten dengan ban baru tersebut.
Michelin tidak memberikan informasi lap time bagi para rider yang mengikuti uji coba. Namun, melalui stopwatch sejumlah wartawan di lokasi, para rider pabrikan rata-rata mencapai waktu terbaiknya pada 2 menit 1 detik. Belum ada yang melampaui batas kurang dari dua menit.(cak/c17/ady)

Hour Record Makin Populer, Makin Menyakitkan

Hour Record Makin Populer, Makin Menyakitkan

Menunggu Gebrakan Wiggins
27/02/15, 11:15 WIB
KURANG 270 METER: Pembalap Belanda Thomas Dekker menjalani tantangan Hour Record di Aguascalientes, Meksiko, Rabu (25/2). (Hector Guerrero/AFP Photo)
Hour Record, upaya pemecahan rekor jarak tempuh terjauh dalam 60 menit, terus mendapat sorotan. Rabu malam lalu di Meksiko (25/2, kemarin dini hari WIB), giliran Thomas Dekker yang gagal merebutnya. Seberapa susahkah ajang ini?
KETIKA UCI (Federasi Balap Sepeda Dunia) menegaskan/merapikan aturanequipment (sepeda) untuk Hour Record tahun lalu, percobaan demi percobaan dilakukan para bintang dunia.
Semua ingin menjadi pemegang rekor jarak terjauh bersepeda dalam satu jam, yang dilakukan dalam velodrome.
Jens Voigt (Jerman) jadi yang pertama ’’memecahkan’’ rekor itu di ajang perpisahan sebelum pensiun pada September 2014 lalu. Menempuh 51,110 km dalam 60 menit.
Sebulan kemudian, rekornya dipecahkan Matthias Brandle (Austria) yang menempuh 51,852 km.
Awal tahun ini, dua bintang muda Australia berusaha memecahkan rekor Brandle. Pada akhir Januari, Jack Bobridge gagal melakukannya di Melbourne. Walau melaju kencang di 30 menit pertama, dia lantas ’’kehabisan bensin’’ dan melamban hingga 51,3 km di akhir batas waktu. Saking lelahnya, dia sampai harus dipapah turun dari sepeda…
Awal Februari, giliran bintang BMC Rohan Dennis yang mencobanya di Swiss. Pembalap 24 tahun itu pun berhasil mencatat rekor baru, menjadi 52,491 km.
Rabu lalu (25/2) Thomas Dekker (Belanda) menjajalnya dengan lokasi yang dianggap menguntungkan. Yaitu, di ketinggian Aguascalientes, Meksiko. Pertimbangannya, di ketinggian ekstra, udara lebih tipis dan sepeda bisa melaju lebih kencang. Meski, sang pembalap harus bekerja lebih keras karena lebih susah bernapas.
Hasilnya? Dekker sempat mengancam rekor Dennis pada titik 30 menit. Tapi, sama dengan Bobridge, dia ’’gembos’’ dan melamban. Akhirnya, dia gagal memecahkan rekor, menempuh jarak hanya sekitar 270 meter lebih pendek dari Dennis. Secara resmi, Dekker menempuh 52,221 km dalam 60 menit.
Setelah upaya tersebut, Dekker mengaku sudah memberikan segalanya. ’’Saya tahu dari awal Dennis telah mencatat waktu yang sangat sulit dikalahkan. Sayang, saya tidak mampu merebutnya, dan saya tidak mungkin bisa memberikan lebih dari ini. Saya selalu menuntut yang terbaik dari diri saya sendiri, dan inilah hasil terbaik yang bisa saya berikan,’’ tuturnya via Telegraaf.nl.
Setelah dua kegagalan (Bobridge dan Dekker), pengakuan ekstra, tampaknya, lebih diberikan kepada mereka yang berusaha memecahkan rekor ini.
Hour Record tidaklah semudah yang terlihat. Butuh ketahanan dan konsentrasi luar biasa untuk bisa melaju konstan di atas 52 km/jam selama satu jam.
Dengarkan saja pengakuan Bobridge via Velonews setelah gagal Januari lalu: ’’Ini rekor yang benar-benar luar biasa. Mungkin inilah pengalaman terdekat saya dengan kematian, sebelum benar-benar mati.’’
Dennis sendiri merasa mungkin masih bisa memperbaiki rekornya sendiri. Namun, dia tidak mau melakukannya dalam waktu dekat. Butuh persiapan yang benar-benar serius. Setelah 30 menit, menurut dia, segalanya terasa begitu berat. Fokus mulai geser, kaki mulai kram, dan lain-lain.
Untuk memecahkan rekor Dennis, selain mungkin oleh Dennis sendiri, mungkin kita harus menunggu upaya dari para superstar time trial. Misalnya, Bradley Wiggins, megastar Inggris yang sudah berniat memburu rekor ini pada Juni 2015 nanti.
Sang juara dunia time trial bahkan disebut-sebut bisa menempuh jarak 55 km, jarak yang mungkin sulit dipecahkan sampai kapan pun.
Mampukah Wiggins menghancurkan rekor Dennis? Setelah mengamati upaya-upaya Voigt, Brandle, Bobridge, dan Dennis, Wiggins mengaku benar-benar tidak tahu harus berekspektasi seperti apa.
’’Itu benar-benar sulit dilakukan. Karena itu, saya melakukannya pada bulan Juni. Sebab, saya ingin menjalani (lomba di) Roubaix (bulan April), lalu punya delapan pekan untuk bersiap-siap. Saya bahkan mungkin mencoba menyimulasikannya dalam latihan untuk memastikan diri,’’ ungkapnya lewat Velonews. (azrul ananda)

Sol Campbell Siap Maju Menjadi Calon Wali Kota London

Sol Campbell Siap Maju Menjadi Calon Wali Kota London

Sosok Sempurna untuk Gaet Pemilih Kulit Hitam
27/02/15, 15:00 WIB
POPULER: Sol Campbell punya modal untuk menjadi orang nomor satu di London. (BTEG.CO.UK)
Wali Kota London Boris Johnson lengser tahun depan. Beberapa nama muncul sebagai kandidat pemimpin London. Salah seorang di antara mereaka, mantan bek timnas Inggris Sol Campbell.
SEJAK memutuskan gantung sepatu pada musim panas 2011, Sol Campbell sudah menentukan sikap. Dia tidak ingin berkecimpung di manajemen sepak bola atau menjadi pelatih. Campbell memiliki keinginan lain: terjun ke dunia politik.
Niat mantan pemain Tottenham Hotspur dan Arsenal tersebut untuk menjadi politisi semakin matang sejak Oktober tahun lalu. Selangkah lagi Campbell menjadi anggota Partai Konvervatif yang berkuasa di Inggris saat ini.
Tujuan Campbell ialah menjadi wali kota London. Pemilik 73 caps untuk timnas Inggris tersebut sudah bertemu dengan Chairman Partai Konservatif Grant Shapps. Campbell mengatakan didorong oleh sejumlah tokoh senior Partai Konservatif untuk maju. Pria 40 tahun itu dianggap sebagai sosok sempurna untuk meraup suara warga kulit hitam.
Boris Johnson akan lengser Mei 2016. Dengan lengsernya mantan jurnalis tersebut, kesempatan tokoh baru sangat terbuka. Sebab, jika head-to-head,sangat sulit mengalahkan popularitas Johnson yang begitu mengakar di London.
’’Kami akan melihat apa yang terjadi. Banyak pembicaraan lagi yang harus dilakukan,’’ ucap Campbell sebagaimana dilansir The Sun. ’’Saya ini Londonbanget. Saya ingin meningkatkan kesejahteraan di London Tengah untuk membantu wilayah itu,’’ tegasnya.
Cambell adalah anak asli London. Dia lahir di wilayah urban London, Plaistow, pada 18 September 1974. Pada 1988, Campbell memulai karir dengan menjadi pemain akademi West Ham United. Setahun berselang, dia bergabung Tottenham Hotspur.
Setelah membela Spurs mulai 1992 hingga 2001, Campbell pindah ke klub London lainnya, Arsenal. Lima musim (2001–2006) dia membela The Gunners. Sepanjang karirnya, Campbell memenangi delapan trofi di enam tim berbeda. Itu termasuk dua gelar Premier League dan tiga gelar Piala FA bersama Arsenal.         
Selain mengincar posisi wali kota, Campbell ingin mendorong peningkatan keterwakilan kulit hitam di parlemen. Saat ini terdapat 27 anggota parlemen yang berlatar belakang kulit hitam dan etnis minoritas.
Seharusnya, kata Campbell, jumlah itu bisa ditambah menjadi seratus untuk mewakili 18 persen etnis minoritas di London. ’’Pemilih butuh melihat seseorang yang bisa nyambung dengan mereka,’’ katanya.
Campbell kini mulai agresif menyuarakan pandangan-pandangan politiknya. Salah satunya, mengritik kebijakan pemimpin Partai Buruh yang menjadi oposisi, Ed Miliband, yang mengusulkan peningkatan pajak properti. ’’Usulnya itu gila,’’ papar Campbell kepada The Telegraph.(nur/c4/ca)

Hasil Positif Downshift Seamless Gearbox

Hasil Positif Downshift Seamless Gearbox

Ancaman Yamaha Makin Nyata
25/02/15, 13:48 WIB
TELITI: Kru pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi melakukan pengecekan motor sebelum digunakan pada uji coba pramusim di Sirkuit Sepang (24/2). (AFP Photo/Mohd Rasfan)
SEPANG – Persaingan antara Yamaha dan Honda masih menjadi bumbu utama MotoGP 2015. Perlahan, Ducati yang akan mengandalkan GP15 Desmosedici juga meramaikan perseteruan di kelas premier. Tetapi, Yamaha kembali mencuri perhatian pada uji coba pramusim yang pekan ini berlangsung di Sepang, Malaysia.
Pada hari kedua (24/2), Honda kembali berada di posisi teratas catatan waktu terbaik. Juara bertahan Marc Marquez mengungguli jagoan Movistar Yamaha Jorge Lorenzo. Dengan catatan waktu 1 menit 59,844 detik, Marquez hanya unggul 0,058 detik atas Lorenzo.
Bagi Lorenzo, catatan waktu di bawah 2 detik itu merupakan peningkatan besar bila dibandingkan dengan hari pertama. Pada hari pertama, dia berada di posisi kelima. Pada hari pembuka, justru rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi, yang tampil hebat. Rossi tampil tercepat mengalahkan pembalap Repsol Honda lainnya, Dani Pedrosa.
Sebagai catatan, hari pertama pada uji coba kedua di Sepang merupakan debut Rossi dan Lorenzo menggunakan seamless gearbox baru. Bukan hanyaupshift (tambah atau naik gigi), tetapi sudah dilengkapi downshift (turun gigi).
’’Tiap orang di tim kami sangat ingin tahu reaksi kami terhadap gearboxbaru ini. Kesan pertama saya sangat positif. Bukan perbedaan yang besar, tetapi menjadi bantuan hebat untuk area yang memang ingin kami tingkatkan,’’ ungkap Rossi.
Rossi dan Lorenzo sama-sama mengungkapkan, sistem baru tersebut membuat motor lebih stabil saat pemindahan gigi percepatan. Dukungan terhadap pengereman pun ikut stabil. Karena stabilitas tersebut, performa motor menjadi konsisten, terutama untuk melibas tikungan. Lorenzo mengingatkan, peningkatan yang mereka raih tidak serta merta bakal membuat Yamaha bakal mengalahkan Honda. Apalagi, Honda tentu mencari pengembangan tambahan menjelang dimulainya musim baru.
’’Tetap saja kami harus melakukan beberapa penyesuaian lagi. Tetapi, potensinya memang sangat besar. Hal mendesak sekarang adalah bagaimana kami mendapatkan performa maksimum untuk teknologi baru ini,’’ terang Lorenzo.
Uji coba di Sepang juga menunjukkan perkembangan signifikan pada kubu Ducati. Dua pembalap Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, berada di posisi ketiga dan keempat pada hari kedua. Mereka mengungguli Pedrosa dan Rossi yang berada di posisi kelima dan keenam. (c4/ady)