Rabu, 11 Maret 2015

Hasil Positif Downshift Seamless Gearbox

Hasil Positif Downshift Seamless Gearbox

Ancaman Yamaha Makin Nyata
25/02/15, 13:48 WIB
TELITI: Kru pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi melakukan pengecekan motor sebelum digunakan pada uji coba pramusim di Sirkuit Sepang (24/2). (AFP Photo/Mohd Rasfan)
SEPANG – Persaingan antara Yamaha dan Honda masih menjadi bumbu utama MotoGP 2015. Perlahan, Ducati yang akan mengandalkan GP15 Desmosedici juga meramaikan perseteruan di kelas premier. Tetapi, Yamaha kembali mencuri perhatian pada uji coba pramusim yang pekan ini berlangsung di Sepang, Malaysia.
Pada hari kedua (24/2), Honda kembali berada di posisi teratas catatan waktu terbaik. Juara bertahan Marc Marquez mengungguli jagoan Movistar Yamaha Jorge Lorenzo. Dengan catatan waktu 1 menit 59,844 detik, Marquez hanya unggul 0,058 detik atas Lorenzo.
Bagi Lorenzo, catatan waktu di bawah 2 detik itu merupakan peningkatan besar bila dibandingkan dengan hari pertama. Pada hari pertama, dia berada di posisi kelima. Pada hari pembuka, justru rekan setim Lorenzo, Valentino Rossi, yang tampil hebat. Rossi tampil tercepat mengalahkan pembalap Repsol Honda lainnya, Dani Pedrosa.
Sebagai catatan, hari pertama pada uji coba kedua di Sepang merupakan debut Rossi dan Lorenzo menggunakan seamless gearbox baru. Bukan hanyaupshift (tambah atau naik gigi), tetapi sudah dilengkapi downshift (turun gigi).
’’Tiap orang di tim kami sangat ingin tahu reaksi kami terhadap gearboxbaru ini. Kesan pertama saya sangat positif. Bukan perbedaan yang besar, tetapi menjadi bantuan hebat untuk area yang memang ingin kami tingkatkan,’’ ungkap Rossi.
Rossi dan Lorenzo sama-sama mengungkapkan, sistem baru tersebut membuat motor lebih stabil saat pemindahan gigi percepatan. Dukungan terhadap pengereman pun ikut stabil. Karena stabilitas tersebut, performa motor menjadi konsisten, terutama untuk melibas tikungan. Lorenzo mengingatkan, peningkatan yang mereka raih tidak serta merta bakal membuat Yamaha bakal mengalahkan Honda. Apalagi, Honda tentu mencari pengembangan tambahan menjelang dimulainya musim baru.
’’Tetap saja kami harus melakukan beberapa penyesuaian lagi. Tetapi, potensinya memang sangat besar. Hal mendesak sekarang adalah bagaimana kami mendapatkan performa maksimum untuk teknologi baru ini,’’ terang Lorenzo.
Uji coba di Sepang juga menunjukkan perkembangan signifikan pada kubu Ducati. Dua pembalap Ducati, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso, berada di posisi ketiga dan keempat pada hari kedua. Mereka mengungguli Pedrosa dan Rossi yang berada di posisi kelima dan keenam. (c4/ady)

Shaolin Soccer di Stadion Ajinomoto

Shaolin Soccer di Stadion Ajinomoto

11/03/15, 16:54 WIB
AKROBATIK: Aksi Masaki Chugo saat mengontrol bola dan kemudian memberikan assist pada laga melawan Cerezo Osaka. (GLOWBI.NET)
LAGA kasta kedua Liga Jepang antara Tokyo Verdy melawan Cerezo Osaka di Ajinomoto Stadium, Tokyo, Minggu (9/3) menjadi perbincangan seru di dunia maya. Pertama, striker legendaris Uruguay yang juga pemain terbaik Piala Dunia 2014, Diego Forlan, mencetak gol yang sangat indah.
Striker 35 tahun yang membela Osaka tersebut menceploskan bola melalui tendangan bebas spektakuler. Gol Forlan terjadi pada menit ke-78 dan membuat kedudukan sama kuat 1-1. Namun, yang menjadi pembicaraan luas dan bertahan hingga kemarin bukan gol Forlan. Tetapi, gol yang dicetak pemain Verdy Alan Lopes Pinheiro satu menit setelah dimulainya babak kedua.
Pemain asal Brasil itu memang hanya menyepak bola dengan mudah ke gawang. Namun, prosesnya sangat hebat. Pinheiro meneruskan assist luar biasa Masaki Chugo. Pemain 32 tahun itu benar-benar memperlihatkan sebuah teknik tinggi dalam bermain sepak bola.
Meski badannya berada di lapangan karena terpeleset, Chugo berhasil mengontrol bola, mengecoh satu pemain lawan, dan berbalik 180 derajat untuk memberikan assist kepada Pinheiro. Semua itu Chugo lakukan dalam kondisi separo berbaring di lapangan.
''Aksinya (Chugo) seperti Shaolin Soccer (film karya Stephen Chow, 2004, Red). Sebuah aksi luar biasa. Dia benar-benar mengombinasikan seni bela diri dan olahraga,'' komentar Dov Rawson, jurnalis Inggris, di akun TwitterSelasa (10/3). (nur/c15/ca)

Perjuangan Tim Balap Sepeda Perempuan Afghanistan Meraih Prestasi

Perjuangan Tim Balap Sepeda Perempuan Afghanistan Meraih Prestasi

Berlatih di Tempat Sepi, Jadi Korban Pelecehan
11/03/15, 16:37 WIB
BERJUANG: Anggota timnas sepeda perempuan Afghanistan berlatih di kawasan Distrik Paghman, Provinsi Kabul, Juni 2014.(AFP)
Di masyarakat yang belum sepenuhnya mengenal kesetaraan gender seperti di Afghanistan, lahir sebuah tim balap sepeda perempuan. Tidak mudah untuk sekadar mendapat pengakuan apalagi penghargaan. Inilah perjuangan mereka.
MALIKA Yousufi memarkir sepedanya di jalanan sepi di Distrik Paghman, Kabul (7/3). Yousufi adalah bagian dari timnas balap sepeda perempuan Afghanistan. Dia dan rekan-rekannya bersiap memulai latihan rutin sekali sepekan.

Seorang bocah berbaju gamis lusuh menghentikan langkahnya di pinggir jalan dan melemparkan pandangan lekat-lekat kepada serombongan perempuan bersepeda itu. Dia menyaksikannya dengan takjub serta penuh tanya.

Bukan tanpa alasan timnas sepeda perempuan Afghanistan memilih berlatih di jalan lengang di luar ibu kota. Alasan utamanya adalah menghindari pandangan negatif kebanyakan orang tentang perempuan yang berolahraga dan beraktivitas di luar rumah.

Di bawah kekuasaan rezim Taliban pada 1990-an, perempuan Afghanistan dimarginalkan dari kegiatan-kegiatan publik. Mereka tidak boleh bersekolah. Bahkan, untuk keluar rumah saja, mereka harus mendapat izin dari anggota keluarga laki-laki.

Hak-hak perempuan mulai mendapat perhatian sejak kekuasaan kelompok garis keras tumbang pada 2001. Namun, banyak pengamat yang mengkhawatirkan perkembangannya karena masih kerapnya kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, perwakilan perempuan dalam parlemen masih dikesampingkan.

’’Kami bertekad menjaga komitmen untuk memperjuangkan hak-hak perempuan,’’ tegas Presiden Afghanistan Ashraf Ghani saat pidato kenegaraan memperingati Hari Perempuan Nasional, 8 Maret.

Ketika timnas kriket dan sepak bola putra Afghanistan telah menikmati dukungan penuh pemerintah serta masyarakat, tidak demikian halnya dengan atlet perempuan. Mereka masih menghadapi tekanan keluarga serta dukungan masyarakat yang setengah-setengah.

Tahun lalu, timnas kriket perempuan dibubarkan karena mendapat ancaman serangan dari Taliban. Masalah lainnya adalah minimnya stok pemain. Di tengah mundurnya perkembangan sejumlah nomor olahraga perempuan di Afghanistan, balap sepeda menjadi salah satu yang terus maju. Mereka tetap getol berlatih, meski tidak digaji dalam beberapa bulan terakhir.

Untuk berlatih, personel tim harus mengangkut sepeda dengan mobil dan berkendara bersama pelatih ke luar ibu kota. Di sana, pakaian olahraga dan celana panjang mereka yang tidak mafhum dipakai di depan publik tidak banyak menarik perhatian. Mereka tetap mengenakan hijab yang ujungnya diselipkan pada jaket.

Selama bersepeda, pelatih memimpin rombongan di dalam mobil. ’’Pelatih seperti sebuah tameng untuk kami. Kalau dia tidak di sini, kami tidak bisa berlatih,’’ tambah Yousufi seperti dilansir Reuters.

Meski demikian, terkadang masih ada saja pengendara mobil yang berteriak memaki mereka. Bahkan, kapten tim mengalami cedera punggung setelah seorang pria pengendara motor berusaha melecehkannya dari belakang.

Sang pelatih yang juga merangkap presiden Federasi Olahraga Sepeda Afghanistan, Abdul Sadiq Sadiqi, terus menyemangati anak asuhnya dan tidak terlalu memedulikan ancaman dari luar. ’’Mereka (pelaku kekerasan dan pelecehan) adalah orang-orang yang tidak mengizinkan anak-anak (perempuannya) pergi ke sekolah,’’ ungkapnya.

Sejauh ini, lebih dari 40 perempuan tergabung dalam tim. Mereka berusia 17–21 tahun. Personel intinya sudah berlaga dalam beberapa ajang balapan internasional. Yousufi bertekad menjadi perempuan Afghanistan pertama yang bisa turun dalam ajang Tour de France. ’’Tak ada yang akan menghentikan kami,’’ tegasnya.

Tidak hanya memancang target berlaga di Olimpiade 2020, timnas sepeda perempuan Afghanistan punya misi lebih besar dari sekadar prestasi. Mereka ingin lebih banyak perempuan di Afghanistan yang bisa bersepeda.’’Bagi kami, sepeda adalah simbol kemerdekaan. Kami bersepeda tidak untuk menunjukkan perlawanan politik. Kami bersepeda karena kami menginginkannya, kami mencintainya. Jika saudara laki-laki kami bisa, kami juga harus bisa,’’ ujar Marjan Sidiqqi, 26, anggota tim yang merangkap asisten pelatih. (cak/c5/ca)

Sherly Humardani Comeback setelah Absen Dua Musim

Sherly Humardani Comeback setelah Absen Dua Musim

Penyuntik Semangat demi Mengejar Gelar Juara Musim ini
27/02/15, 11:00 WIB
MASIH HEBAT: Aksi Sherly Humardani saat membela Fever melawan Sritex Dragons kemarin di Sritex Arena, Solo (26/2). (Farid Fandi/Jawa Pos)
Tanpa gelar selama dua musim terakhir memaksa Surabaya Fever membujuk small forward senior Sherly Humardani agar kembali bermain. Padahal, dia sudah absen dua musim karena mengurus keluarga.
KETIKA tengah menanti kelahiran anak kedua di Amerika Serikat, point guard Fever Marlina Herawan sempat bertukar pesan dengan suami Sherly, Christopher Tanuwidjaja. Marlina berkelakar, kalau Sherly tidak lagi bergabung ke Fever, dirinya akan kehilangan semangat.
Dia juga mengatakan, Sherly bisa menularkan semangat tanding ke rekan-rekan. Itop –sapaan Christopher– hanya tersenyum karena mengingat usia istrinya sudah di atas kepala tiga. Lagi pula, dua anaknya, DeShawn Bryant Tan, 2, dan Lakeisha Beverly Tan, 5 bulan, membutuhkan perhatian ibunya.
Namun, akhirnya Sherly kembali ke dunia yang membesarkan namanya. Tentunya dengan berbagai konsekuensi. ’’Salah satunya tentang latihan. Domisili saya kan di Jakarta. Saya minta izin ke pelatih. Saya nggak bisa lama-lama di Surabaya. Jadi, saya maintain kondisi sendiri di Jakarta,’’ terang Sherly kepada Jawa Pos.
Sebelum comeback, banyak hal yang perlu dibereskan Sherly. Terutama dalam urusan seorang ibu merangkap pemain basket. Lagi pula, dia perlu memulihkan diri setelah menjalani operasi Caesar untuk melahirkan anak kedua.
Akhirnya, comeback dia terwujud kemarin ketika Fever mengalahkan Sritex Dragons Solo 79-44 pada Seri III IndiHome WNBL Indonesia 2014–2015 di Sritex Arena, Solo.
Pelatih Fever Wellyanto Pribadi memang mengharapkan kehadiran Sherly untuk meningkatkan motivasi tanding. Pengalaman dan mental juaranya sangat dibutuhkan. Sherly juga punya reputasi sebagai pemain termuda yang bergabung timnas basket putri.
Kemarin Sherly bermain 7 menit 20 detik. Pergerakannya di lapangan tidak banyak berubah. Kecuali fisik yang diakui tidak sehebat sewaktu muda, ambisi Sherly untuk meraih juara masih seteguh dahulu. Ya, Sherly merupakan punggawa CLS saat merajai Kobanita enam kali beruntun (1996–2001).
’’Ketika saya memutuskan kembali bermain, saya yakin akan menjadi juara. Itu prinsip saya. Apalagi, roster Fever merata. Kami punya big man dan small man yang sama hebatnya. Kami juga punya Marlina, pemain yang mature,’’ katanya dengan mantap.
Di sisi lain, Sherly mengungkapkan bahwa kompetisi liga basket putri paling top di Indonesia itu kini telah berbeda. Persiapan yang dilakukan tim lain lebih matang jika dibandingkan dengan musim perdana. Persaingan antartim dianggap jauh lebih merata. ’’Dulu persaingan hanya antara Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta dan Surabaya Fever,’’ kata Sherly.
Dijumpai setelah laga, Itop tersenyum saat ditanya performa istrinya. Menurut dia, menonton istri bermain saat ini membuat dirinya bernostalgia. ’’Lucu. Saya biasa melihat dia merawat anak di rumah, kini nonton dia main lagi. Jadi teringat masa pacaran dulu,’’ ujar Itop.

Pusing-Pusing Last Minute

Pusing-Pusing Last Minute

Sauber Kalah Gugatan, Manor Kebut Rakit Mobil
12/03/15, 06:10 WIB
SEMANGAT BARU: Azrul Ananda (kanan) dan Dewo Pratomo mengapit Sebastian Vettel di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia Rabu (11/3). (Dok Pribadi)
MELBOURNE – Semangat dan keasyikan menjelang seri pembuka Formula 1 2015 dibumbui problem dan kerja keras last minute. Rabu kemarin (11/3) dua tim pusing ekstra karena masalah pengadilan dan persiapan.
Padahal, rangkaian acara resmi Grand Prix Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, sudah dimulai Kamis hari ini (12/3). Disusul sesi latihan, kualifikasi, dan lomba pada Jumat hingga Minggu.
Yang last minute terkena masalah legal adalah Sauber-Ferrari. Tim Swiss itu sudah siap menurunkan Felipe Nasr dan Marcus Ericsson di Melbourne dan sepanjang musim 2015.
Namun, mantan pembalap cadangan mereka tahun lalu, Giedo van der Garde, sukses memenangi gugatan untuk mengambil alih salah satu mobil Sauber di Australia. Bahkan, dia juga dimenangkan pengadilan untuk turun sepanjang musim 2015.
Van der Garde sudah lebih dulu menang gugatan di Swiss, kemudian melanjutkannya ke pengadilan Negara Bagian Victoria, Australia, tempat lomba akhir pekan ini diselenggarakan.
Rabu kemarin keputusan pun dibuat dan Van der Garde kembali menang. Sauber melayangkan banding. Rencananya, Kamis pagi ini sidang banding digelar. Hanya sehari sebelum babak latihan GP Australia!
Tentu saja, keputusan pengadilan Victoria itu membuat pusing Sauber. Mereka mengatakan tidak ingin menurunkan Van der Garde bukan hanya karena kontrak, tapi juga dengan alasan safety.
’’Kami tidak bisa mengabaikan keselamatan tim kami, atau pembalap lain di lintasan, dengan menurunkan pembalap yang belum siap di dalam mobil yang disiapkan untuk dua pembalap lain,’’ kata Monisha Kaltenborn, CEO Sauber.
Van der Garde sendiri menyatakan siap turun kapan saja dan selalu menjaga kondisi fisik selama off season.
Kelanjutan kasus itu akan terus membuat heboh paddock Sirkuit Albert Park….
Sementara Sauber tersandung masalah legal, tim tersibuk di sirkuit kemarin adalah Manor (tahun lalu bernama Marussia). Tim tersebut sebenarnya sempat mati suri, tetapi beberapa pekan terakhir berhasil diselamatkan. Pekan lalu tim itu berhasil lolos tes tabrak untuk mobil 2014 mereka yang dimodifikasi untuk memenuhi regulasi terbaru.
Kemarin garasi tim mereka tampak paling polos. Tanpa satu pun logo sponsor. Saking mendadaknya, logo di atas garasi juga masih tertulis ’’Marussia’’, karena penyelenggara tidak punya cukup waktu untuk memproduksi tulisan ’’Manor’’.
Will Stevens sudah lebih dulu diumumkan sebagai salah satu pembalap mereka. Selasa lalu (10/3), hanya beberapa hari sebelum lomba, Roberto Merhi diumumkan sebagai pendamping Stevens. Dua-duanya lulusan (dan pemenang lomba) ajang Formula Renault 3.5.
Kemarin kali pertama mobil mereka terlihat. Polos tanpa sponsor, warna merah menyala dengan kombinasi putih dan hitam. Para mekanik tampak sibuk merakit mobil dan segala perlengkapan garasi.
Menurut media officer tim, walau serba-last minute, Manor datang dengan pasukan lengkap. ’’Kami datang dengan 60 personel, sama dengan tim yang lain,’’ ucapnya.
Saking mepetnya persiapan, sore kemarin Merhi juga baru menjalani prosesseat fitting di garasi sirkuit. Dia duduk di kokpit, sementara dua mekanik memasukkan cairan foam ke belakang badannya. Begitu cairan mengeras, mekanik memotong bagian-bagian yang tidak dibutuhkan, lalu membungkus ’’jok’’ itu. Hanya dalam satu jam, jadilah tempat duduk Merhi.
Pembalap Spanyol itu sementara hanya akan balapan satu kali di Australia. Apakah lanjut atau tidak akan diputuskan setelah akhir pekan ini. ’’Saya membutuhkan sponsor kalau ingin melanjutkan karir. Sayangnya, di Spanyol saya tidak mampu mendapatkan dukungan. Semoga (debut ini) bisa membantu saya menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri,’’ kata Merhi.
Seandainya tim tersebut berhasil menyiapkan dua mobil, tetap belum ada jaminan apakah Stevens dan Merhi bakal turun di lomba Minggu nanti. Dengan mobil 2014 –walau dimodifikasi– dan dengan mesin Ferrari 2014, mereka terancam tidak mampu melewati batas minimum waktu kualifikasi.
Di F1 masih ada aturan bahwa peserta harus mencatat waktu sedikitnya 107 persen di belakang pole position. Bagi dua pembalap baru dengan mobil yang disiapkan secara terburu-buru, itu adalah tantangan hebat! (*)

Pengurus Kubu Ical Merapat ke Agung Laksono

Pengurus Kubu Ical Merapat ke Agung Laksono

11/03/15, 18:10 WIB
PENGURUS SAH: Agung Laksono (kanan) saat Munas Partai Golkar di Ancol, Jakarta. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JAKARTA – Pengakuan yang diberikan Menkum HAM kepada Golkar hasil munas Ancol memengaruhi peta dukungan di tubuh partai beringin itu. Kubu Agung Laksono mengklaim ada pengurus hasil munas Bali yang mengalihkan dukungan ke kubu munas Ancol.
Sekjen Golkar Zainuddin Amali mengungkapkan sudah ada beberapa pengurus dari ‎munas Bali yang menyatakan bergabung sejak Selasa malam (10/3). Namun, dia tak merinci siapa dan berapa orang yang merapat ke kubu munas Ancol tersebut. “Ada, pengurus DPP. Puluhan lah,” ujar Zainuddin.
‎Zainuddin mengatakan, bergabungnya sejumlah pengurus DPP dan DPD hasil munas Bali ke kubu Agung Laksono karena persoalan asas legalitas. Pengurus yang dinyatakan legal adalah yang didukung para kader. ”Yang jadi tradisi dan budaya di Golkar, yaitu asas legalitas,” ucapnya.
Para kader yang sebelumnya berada di kubu Aburizal Bakrie itu pun diterima oleh Agung Laksono dkk. Menurut Zainuddin, hal itu sesuai dengan instruksi Mahkamah Partai Golkar (MPG) yang menyatakan agar mengakomodasi kader dari kepengurusan yang kalah. Dia tidak mempermasalahkan jika ada yang menyebut pengurus tersebut bermain dua kaki. ”Kita jangan biasakan mencurigai,” katanya.
Sebagai informasi, Selasa malam, DPP Golkar hasil munas Bali melakukan konsolidasi dengan seluruh DPD tingkat I dan II di sebuah hotel di Jakarta menyikapi keputusan Menkum HAM yang mengesahkan Golkar kubu Agung Laksono. Namun, di sisi lain, beberapa pengurus tersebut justru ada yang mendatangi kantor DPP Golkar untuk menyatakan bergabung dengan kubu Agung. (Desyinta Nuraini/fal)

Agung Laksono Bantah Tuduhan Pemalsuan Dokumen

Agung Laksono Bantah Tuduhan Pemalsuan Dokumen

11/03/15, 20:07 WIB
PENGURUS SAH: Agung Laksono (kanan) saat Munas Partai Golkar di Ancol, Jakarta. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JAKARTA – Perseteruan di tubuh Partai Golkar berlanjut seiring pelaporan kubu Aburizal Bakrie terhadap Agung Laksono dkk ke Bareskrim Polri. Persoalannya terkait dugaan pemalsuan dokumen dalam pelaksanaan munas Golkar di Bali.
Kubu Ical menuding peserta munas Bali memalsukan surat kuasa. Ada sekitar 133 pemalsuan yang dilaporkan ke Bareskrim.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono‎ menampik adanya pemalsuan dokumen tersebut. Menurutnya, pengurus daerah datang dengan sungguh-sungguh ke munas Ancol. "Tidak ada kami memalsukan dokumen, terutama teman-teman di daerah," ujarnya, Rabu (11/3).
Agung meminta kader atau pengurus di daerah tidak terprovokasi dengan pelaporan tersebut. Malah, dia mengharapkan kubu Ical untuk ikut memikirkan langkah Golkar ke depan daripada terus bertikai. Sebab, kisruh tersebut justru meresahkan kader-kader partai beringin itu.”Sudahlah kita akhiri dengan keputusan ini, kita bersatu kembali," ujar Agung.‎
Mantan Menko Kesra itu juga mengharapkan agar Ical mematuhi keputusan Menkum HAM. Sebab, keputusan itu sudah sesuai prosedur, yakni putusan Majelis Partai Golkar. ”Intinya legowo. Nanti lama-lama seperti jurus pendekar mabuk,” sindir Agung.
Dia menegaskan akan tetap menjalankan roda partai dan berusaha mengajak kader kubu Ical untuk bergabung. “”Hari ini saya mulai mengontak teman-teman di sana untuk mengakomodasi,” tandas Agung. (Desyinta Nuraini/fal)