Rabu, 11 Maret 2015

Tersangka Korupsi Dana Hibah Berniat Kembalikan Uang

Tersangka Korupsi Dana Hibah Berniat Kembalikan Uang

Merasa Bertanggung Jawab
12/03/15, 05:20 WIB
JUDUL SAMBUNGAN: Pemprov Berhentikan Sementara Nelson dari Tugas HINDARI KAMERA: Nelson Sembiring saat masuk mobil tahanan Kejati Jatim Selasa (10/3). (WS. Hendro/Jawa Pos)
SURABAYA – Tersangka kasus dugaan penyelewengan dana hibah di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim mengakui perbuatannya. Bahkan, Wakil Ketua Umum Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Nelson Sembiring berencana mengembalikan uang ke kejaksaan.
Hal itu diungkapkan John Fredrik Hengstz, pengacara Nelson. Dia mengatakan, kliennya sedang berupaya mengembalikan uang yang disebut kerugian negara. Hanya, dia menolak menyebutkan jumlahnya. ”Ini masih diupayakan,” katanya.
Ditanya apakah pengembalian itu sebagai bentuk pengakuan atas penyelewengan dana hibah, Hengstz menjawab diplomatis. Dia meyakini penyidik memiliki bukti yang kuat sehingga menetapkan Nelson sebagai tersangka. Bahkan, penyidik sudah menahannya.
Pengembalian tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya terhadap perbuatan yang dituduhkan. Pengacara asal Jakarta itu menyebut bukan penyelewengan, tapi kekeliruan dalam penggunaan dana. ”Saya enggak bisa jawab kelirunya di mana. Semuanya sudah diserahkan ke penyidik,” ucapnya.
Termasuk ketika ditanya apakah kekeliruan itu bersifat sistematis atau parsial, dia tetap menolak menjelaskan. Hengstz merasa penyidik sudah memiliki setumpuk bukti untuk menjerat kliennya.
Penyidik melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka Nelson dan Diar Kusuma Putra meski keduanya berada di dalam rutan. Dua penyidik kemarin mendatangi Rutan Medaeng untuk memintai keterangan mereka. ”Pemeriksaan itu untuk melengkapi keterangan yang masih kurang,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatom Romy Arizyanto.
Menurut dia, keterangan itu boleh dibilang sedikit, tapi penting. Untuk efektivitas waktu, penyidik memilih mendatangi tersangka di rutan. Salah satu materi pertanyaan terkait dengan asset tersangka. Penyidik ingin melacak aset tersangka yang diduga terkait dengan penyelewengan dana hibah tersebut.
Pendataan itu dilakukan untuk mencari ada tidaknya aset yang bisa disita guna menutup kerugian negara. Tidak hanya menanyakan, penyidik juga mengkroscek data harta kekayaan yang sudah dihimpun tim pelacak aset.
Sementara itu, pemprov langsung mengambil langkah tegas terkait dengan kasus dana hibah di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang menjerat Nelson Sembiring. Pria yang masih tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di badan penelitian dan pengembangan (balitbang) tersebut diberhentikan sementara dari jabatannya. Itu dilakukan selama proses hukum berlangsung.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Akmal Boedianto mengatakan, pihaknya baru mengetahui Nelson ditahan dari media. Pemprov pun tidak menerima surat resmi dari kejati. Meskipun begitu, BKD langsung mengambil tindakan untuk membebaskan sementara Nelson dari tugasnya sebagai peneliti di balitbang. ”Saya sudah telepon ke balitbang. Laporan sudah masuk,” ungkapnya.
Diberhentikan sementara yang dimaksud adalah Nelson tidak lagi bekerja sebagai PNS di balitbang selama belum ada kepastian hukum dalam kasus dana hibah tersebut. Namun, jika hasil proses hukum itu menyatakan Nelson tidak bersalah, jabatan tersebut akan kembali disandangnya.
Sejauh ini Akmal belum berani mengambil tindakan untuk mencabut status PNS Nelson. Menurut dia, berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2014 tentang Disiplin PNS, pemberhentian PNS dilakukan jika dikategorikan pelanggaran berat. ”Ini kan masih dikatakan tersangka dan mereka ditahan dalam rangka pemeriksaan,” jelas dia.
Akmal mengaku, jika setelah proses hukum Nelson dinyatakan bersalah dan dipidana penjara, pemprov tidak segan langsung memberhentikan selamanya. ”Saat ini kami masih melihat kasus ini belum jelas,” kata dia.
Soal kasus Nelson, lanjut dia, pemprov sama sekali tidak mengetahui penggunaan dana hibah itu. Meski begitu, kasus yang menjerat Nelson tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh PNS pemprov. Dengan demikian, kasus seperti itu tidak terulang lagi. ”Ini pelajaran untuk semuanya,” jelas dia.
Apakah pemprov memberikan bantuan hukum? Akmal mengatakan, bantuan hukum diurus langsung oleh biro hukum dan Korpri. Namun, hal tersebut disesuaikan dengan permintaan Nelson. ”Itu terserah Nelson. Kalau minta bantuan hukum, kami sediakan. Jadi, tidak otomatis setiap PNS bermasalah langsung diberi bantuan hukum,” tandasnya. (eko/ayu/c6/ayi)

Kasus UPS, Polisi Sita Uang Rp 1,5 Miliar

Kasus UPS, Polisi Sita Uang Rp 1,5 Miliar

12/03/15, 05:20 WIB
Perangkat uninterruptible power supply (UPS) di SMA Negeri 35, Karet Tengsin, Jakarta. (Dok JPNN)
JAKSEL – Polisi terkesan hati-hati dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat uninterruptible power supply (UPS) 2014 di lingkungan Pemprov DKI. Buktinya, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu meski sudah ada kerugian negara. Bahkan, polisi sudah menyita barang bukti uang Rp 1,5 miliar dari salah seorang saksi.
Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiono menyatakan, pihaknya kini masih melengkapi berkas untuk alat bukti. Termasuk menyita uang tunai Rp 1,5 miliar yang diduga hasil korupsi pengadaan UPS di 49 sekolah di wilayah Jakarta. Uang tersebut disita dari seorang saksi yang diperiksa pada Selasa (10/3). ’’Yang kami sita uang cash, bukan berbentuk rekening,’’ katanya Rabu (11/3).
Sebelumnya, penyidik telah memeriksa dua saksi. Yaitu, mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah (Sudin Dikmen) Jakarta Barat Alex Usman dan Yunus Manalu, direktur CV Sinar Bunbunan, salah satu perusahaan pemenang tender pengadaan UPS. Alex diperiksa untuk kali kedua dalam kasus tersebut.
Ketika ditanya apakah uang tersebut disita dari Alex, Mujiono enggan menjawab. ’’Kami belum bisa menyebutkan dari mana. Sebab, penyelidikan masih berlangsung,’’ ujarnya.
Sementara itu, penyidik kemarin memeriksa sepuluh saksi. Namun, yang memenuhi panggilan hanya empat orang. Yakni, Lasro Marbun yang saat ini menjabat kepala Inspektorat DKI Jakarta, Rani Murani selaku panitia pemeriksa hasil pekerjaan (PPHP) dari Sudin Dikmen Jakarta Barat, Kepala SMA 112 Jakarta Barat Saryono, dan Kepala Sudin Dikmen Jakarta Barat Ibnu Hajar. 
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Martinus Sitompul mengungkapkan, Lasro diperiksa karena menjabat Kadispendik DKI Jakarta saat pengadaan UPS. Pemeriksaan itu masih seputar peran Lasro dalam pengadaan UPS. Sebab, sebagai kepala dinas, Lasro seharusnya tahu mulai dari perencanaan hingga proyek tersebut berlangsung. ’’Itu berkaitan dengan dia sebagai Kadispendik sewaktu tender UPS,’’ terangnya.
Dia mengungkapkan, pihaknya juga menyita beberapa dokumen selama proses penyidikan. Antara lain, dokumen penetapan lelang dan uang. Apa ada di antara saksi itu yang akan menjadi tersangka? Martinus menyebutkan bahwa orang yang terkena sita tidak mesti menjadi tersangka, bisa saja tidak terkait langsung dengan tersangka. ’’Penggeledahan dilakukan, antara lain, di sekolah-sekolah,’’ tuturnya.
Lasro tidak berkomentar saat meninggalkan Polda Metro Jaya. Pria yang mengenakan jaket jins biru dan celana hitam itu tampak tergesa-gesa. Dia menutupi wajahnya dengan masker hijau dan memakai topi. Di tangannya, Lasro membawa satu bundel map biru. Lasro diperiksa sejak pukul 11.00 sampai pukul 19.40. ’’No comment,’’ katanya singkat.
Dalam kasus tersebut, polisi memanggil 21 saksi. Namun, hanya 12 saksi yang memenuhi panggilan. Mereka adalah dua pejabat pembuat komitmen (PPK) dari Sudin Dikmen Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, seorang dari pihak penyedia jasa atau perusahaan pemenang tender (Direktur CV Sinar Bunbunan Yunus Manalu), empat kepala sekolah penerima UPS, dan tiga orang PPHP. (yuz/c20/dwi)

Dewan Jenguk Nenek Asyani di Lapas

Dewan Jenguk Nenek Asyani di Lapas

12/03/15, 05:05 WIB
MINTA BEBAS: Asyani setelah menjalani sidang kedua di PN Situbondo Senin (9/3). (Rendra Kurnia/Jawa Pos Radar Banyuwangi)
SITUBONDO – Dugaan kasus pencurian kayu jati dengan terdakwa nenek Asyani alias Buk Muaris, 63, menyedot perhatian sejumlah kalangan. Buktinya, anggota DPRD Situbondo menjenguk Asyani di Rutan Situbondo Rabu (11/3).
Dua orang yang menjenguk Asyani adalah Totok Suprayogi, politikus PDIP, serta Ahmad Junaidi dari PKB. Mereka peduli atas nasib terdakwa. Sekitar pukul 14.00, mereka memasuki Rutan Situbondo untuk menemui nenek Asyani.
Sejumlah awak pun meliput sang nenek di dalam rutan. Sayangnya, wartawan tidak diperkenankan masuk dan menunggu di depan pintu gerbang Rutan Situbondo.
Menurut Kepala Pengamanan Rutan Situbondo Andre Setyawan, wartawan yang meliput di dalam rutan harus mendapat izin kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur. Apalagi, status tahanan Asyani merupakan titipan pihak pengadilan.
Sekitar 30 menit kemudian, dua anggota dewan tersebut keluar. Salah seorang politikus menyatakan bahwa mereka akan memperjuangkan nasib Asyani. ’’Kami bersama Kadesnya akan memperjuangkan dan mencari informasi. Keterangan dari Ibu Asyani, kayu miliknya sudah difoto. Ini yang akan minta ke Kadesnya,’’ kata Totok Suprayogi sambil menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait.
Anggota dewan tersebut mengaku memberi dukungan moral kepada nenek Asyani yang akan menjalani sidang ke-3. Jika nanti sidang terus berlanjut, Asyani diharapkan memberikan keterangan yang benar sesuai dengan pengakuan bahwa dia tidak mencuri kayu jati.
Menurut data yang diperoleh koran ini, sidang ketiga dugaan kasus illegal logging akan dilaksanakan hari ini (12/3). Agenda sidang adalah replik atau tanggapan JPU terhadap isi eksepsi terdakwa atau penasihat hukum terdakwa.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Asyani alias Bu Muaris, 63, seorang nenek asal Dusun Secangan, Desa/Kecamatan Jatibanteng, meminta ampun di tengah sidang penyampaian eksepsi. Asyani didakwa pasal 83 UU 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan oleh jaksa penuntut umum.
Asyani yang diwakili kuasa hukumnya menduga ada rekayasa hukum terkait dengan dakwaan terhadap dirinya. Dia menyebut, tujuh batang kayu jati yang diduga dicuri merupakan miliknya yang ditebang di lahan sendiri oleh almarhum suaminya lima tahun lalu. Setelah suaminya meninggal, lahan yang ditumbuhi kayu jati dijual kepada orang.
Namun, ketika kayu itu hendak dibuat kursi dan tempat tidur, Asyani ditangkap petugas Perhutani yang menduga kayu tersebut merupakan kayu curian. Dia ditangkap dengan tiga orang lain. Yaitu, Ruslan, menantu Asyani; Sucipto, seorang tukang kayu; serta Abdus Salam, sopir pikap.(rri/aif/JPNN/c19/bh)

TNI AL Ledakan Tiga Kapal Filipina

TNI AL Ledakan Tiga Kapal Filipina

Setelah Terima Surat Pemusnahan
12/03/15, 05:50 WIB
ASAP HITAM: Tiga kapal Filipina saat ditenggelamkan di perairan Pulau Raam, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (11/3). (ARMATIM)
SORONG – Tiga kapal ikan Filipina ditenggelamkan di perairan Pulau Raam, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (11/3). KM Rajah Mujur 01, KM Jebo 05, dan KM Tri Rezeki 09 ditenggelamkan dengan menggunakan bahan peledak yang dipasang di kapal. Peledakan dilakukan dengan menggunakan remote control dari jarak jauh. Saat peledakkan, asap hitam menggumpal.
Peledakkan tiga kapal ikan itu disaksikan Panglima Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Paulus Waterpauw, Danguspurla Koartim Laksamana Pertama TNI I Gede Nyoman Ariawan, Danlantamal X Brigjen Marinir Gatot Triswanto, Asrena Pangarmatim Kolonel Laut (P) Budhiyanto, Aslog Pangarmatim Kolonel Laut (T) Tri Sunu Prasestyo P., Aspers Pangarmatim Kolonel Laut (P) R. Joko Hariyanto, dan Kajari Sorong Damran Muin serta pejabat instansi terkait yang lain.
Tiga kapal yang diledakkan kemarin ditangkap di perairan Pulau Fani, Kabupaten Raja Ampat, yang merupakan daerah zona ekonomi eksklusif (ZEE), pada 27 Januari lalu oleh KRI Slamet Riyadi 352 yang saat itu berpatroli. Saat ditangkap, KM Rajah Mujur yang dinakhodai Jupiter Gubalani mengangkut 30 ABK, KM Jebo 05 1 dinakhodai Enerito Losanoy dengan 21 ABK, dan KM Tri Rezeki 09 dinakhodai Elyser Andrade dengan membawa 17 ABK.
Dari hasil pemeriksaan penyidik, diketahui bahwa Allan Delatore merupakan pemilik KM Rajah Mujur 01, Bobog Polangkos adalah pemilik kapal KM Jebo 05, dan Marvin E. sebagai pemilik KM Tri Rezeki 09. Ketiganya berkebangsaan Filipina.
Darwanto kepada wartawan setelah menyaksikan peledakkan tiga kapal tersebut mengatakan, dalam penangkapan kapal yang menncuri ikan itu, penyidik sudah menduga adanya faktor kesengajaan dari nakhoda dan ABK untuk mengelebui petugas dengan menggunakan nama kapal Indonesia. ’’Dari nama kapalnya sudah ada niat untuk melakukan illegal,’’ ujarnya.
Dalam pemusnahan itu, penyidik merujuk pasal 69 Undang-Undang RI Nomor 45 tentang pemusnahan barang bukti. Menurut Darwanto, adanya peledakan itu bisa menjadi pelajaran bagi negara tetangga agar bisa memperingati atau menarik kapal-kapal warganya dari teritorial perairan Indonesia.
Armada Wilayah Timur juga diimbau untuk terus menguatkan pengawasan di laut timur yang cukup luas. Darwanto menyatakan, untuk memperkuat pengawawan di wilayah timur, peralatan dan pasukan bakal ditambah.
’’Sekarang sudah menurun illegal kapal asing. Namun, pengawasan perlu ditingkatkan dan juga menambah kapal secara bertahap, khususnya di Sorong ini,” tambahnya .
Tiga kapal negara tetangga itu diledakkan setelah menerima surat persetujuan pemusnahan benda sitaan atau barang bukti tiga kapal nelayan pada 17 Februari dari Pengadilan Negeri Sorong. Kemudian, kapal yang ditangkap karena berbendera asing dan tidak memiliki izin awal yang cukup berupa SIPI atau SIUP. Selanjutnya, dimohonkan ke KSOP tentang lokasi pada 20 Februari 2015 sembari menunggu keputusan Koarmatim untuk mengirim tim Kopaskan guna meledakkan dan menenggelamkan tiga kapal tersebut. (fir/JPNN/c4/diq)

RAPBD DKI Bermasalah, Mendagri Minta Diperbaiki


RAPBD DKI Bermasalah, Mendagri Minta Diperbaiki

Penanganan Banjir Hanya Rp 5,3 T; Gaji PNS Rp 19,2 T
12/03/15, 06:10 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo. (Ricardo/JPNN)
JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Rabu (11/3) menyelesaikan evaluasi terhadap RAPBD yang diusulkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Kemendagri menemukan banyak ketidakberesan dalam anggaran yang dibuat berdasar e-budgeting tersebut. Karena itu, RAPBD tersebut dikembalikan untuk diperbaiki pemprov bersama DPRD sepekan ke depan.
Berdasar hasil evaluasi, Kemendagri menemukan banyak kelemahan dalam RAPBD itu. Salah satu yang terpenting, anggaran tersebut dinilai tak berpihak kepada rakyat. Salah satu indikasinya, alokasi belanja pegawai lebih besar jika dibandingkan dengan belanja publik.
Mendagri Tjahjo Kumolo mencontohkan, alokasi belanja pegawai mencapai Rp 19,2 triliun atau lebih dari 26 persen total APBD. Belanja pegawai tersebut digunakan untuk membayar gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan kinerja daerah (TKD) statis, dan TKD dinamis bagi sekitar 7 ribu PNS di DKI Jakarta. Alokasi belanja yang fantastis tersebut jauh lebih besar ketimbang alokasi untuk penanggulangan banjir sebesar Rp 5,3 triliun. ’’Itu tidak wajar dan tidak rasional,’’ tuturnya.
Saat anggaran gaji PNS naik, persentase alokasi dana untuk pendidikan justru menurun. Anggaran pendidikan di RAPBD DKI Jakarta tahun ini mencapai Rp 14,5 triliun atau sekitar 21,62 persen. Angka tersebut lebih kecil bila dibandingkan tahun lalu yang mencapai 25,31 persen.
Lalu, Kemendagri meminta agar Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengurangi anggaran jasa kantor, pemeliharaan gedung, perawatan kendaraan bermotor, dan sewa kendaraan bermotor yang mencapai Rp 16 triliun. Selain itu, Kemendagri menyoroti anggaran belanja barang dan jasa yang dinilai terlalu besar. Misalnya, belanja jasa kantor (Rp 4,2 triliun), bahan habis pakai (Rp 2 triliun), makanan dan minuman (Rp 863,99 miliar), serta pemeliharaan (Rp 3,78 triliun).
Begitu pula belanja tidak urgen. Misalnya, perjalanan dinas luar negeri, kunjungan kerja, rapat kerja, dan sosialisasi. ’’Prinsipnya, boleh, tapi harus dikurangi,’’ tegas Tjahjo.
Dalam evaluasi, Kemendagri juga memasukkan keberatan dari DPRD DKI Jakarta yang menyatakan bahwa raperda tentang APBD tidak dibahas bersama DPRD. Karena itu, tambah Tjahjo, pihaknya menyarankan gubernur dan DPRD membahas RAPBD bersama-sama dalam tujuh hari ke depan. Bila sampai 18 Maret tidak ada penyelesaian, Kemendagri akan mengambil alih penetapan APBD. ’’Sekiranya deadlock, itulah yang menjadi dasar Mendagri memberlakukan pagu tahun anggaran sebelumnya (2014),’’ terangnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, pihaknya sudah menyempurnakan RAPBD 2015. Penyempurnaan dilakukan setelah Kemendagri memberikan catatan awal terhadap RAPBD yang mereka kirim.
Menurut Saefullah, yang menjadi catatan Kemendagri adalah nomor rekening di beberapa program yang belum lengkap, lampiran KUA-PPAS, rekomendasi hibah, dan keberpihakan program untuk pelayanan warga. ’’Semua sudah kita selesaikan, tinggal tunggu respons dari Kemendagri,’’ kata dia beberapa hari lalu.
Menurut mantan wali kota Jakarta Pusat tersebut, program yang dimasukkan dalam RAPBD 2015 adalah rekomendasi dari beberapa komisi di DPRD dalam rapat kerja satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan dewan.
Namun, dia mengakui, usul dewan yang dimasukkan tidak sampai pada satuan ketiga (teknis). Artinya, ada beberapa program usul DPRD yang tidak dimasukkan dalam RAPBD. Meski tidak memasukkan usul DPRD, Saefullah mengklaim APBD yang diusulkan ke Kemendagri merupakan keputusan bersama. ”Pokoknya, koreksi dari Kemendagri sebelumnya hanya persoalan teknis sehingga mudah kami sempurnakan,” katanya

Rabu, 25 Februari 2015

Jordon Ibe dan Mimpi yang Datang Begitu Cepat di Liverpool

Jordon Ibe dan Mimpi yang Datang Begitu Cepat di Liverpool

Masih Simpan Jersey saat Nonton Final Champions League 2005
23/02/15, 10:30 WIB
RISING STAR: Aksi Jordon Ibe (kiri) saat menghadapi Tottenham Hotspur di Anfield pada 10 Februari lalu. (Jon Super/AP Photo)
Baru balik ke Liverpool 15 Januari lalu, Jordon Ibe langsung diganjar kontrak jangka panjang. Raheem Sterling dan Mario Balotelli sangat membantunya cepat beradaptasi.
LAGA first leg 32 besar Europa League di Stadion Anfield, Liverpool, Jumat dini hari lalu WIB (20/2) pasti tak akan pernah dilupakan Jordon Ibe. Bukan semata itu pertandingan debutnya di kancah Eropa, tapi juga karena setelah duel yang dimenangi Liverpool 1-0 tersebut, dia langsung ditawari kontrak jangka panjang.
Ibe memang tampil gemilang pada pertandingan itu. Gol Liverpool via penalti Mario Balotelli merupakan buntut dari dilanggarnya pemain kelahiran London pada 8 Desember 1995 tersebut.
Karena itulah, manajemen klub berjuluk The Reds tersebut perlu mengambil langkah pengamanan untuk memagari winger/wing back berusia 19 tahun itu dari incaran klub lain. Liverpool belum mengumumkannya secara resmi, tapi kapten Steven Gerrard membocorkan bahwa Ibe telah meneken kontrak baru berdurasi panjang itu. Tapi, belum diketahui berapa persisnya durasi kontrak tersebut.
Padahal, baru pada 15 Januari lalu Ibe balik dari masa peminjaman di Derby County di mana dia mencetak lima gol dari 24 penampilan. Masa peminjaman yang semula dirancang satu musim itu pun diperpendek The Reds menjadi setengahnya saja.
Sebelum balik ke Anfield, pemain jebolan Akademi Wycombe Wanderers itu memang lebih banyak menjalani laga profesional sebagai pemain pinjaman. Tahun lalu, ada dua klub yang menggunakan tenaganya sebagai pemain pinjaman. Pertama Birmingham City dan kedua Derby County.
Debut Premier League bersama The Reds dijalani Ibe saat melawan Everton pada 7 Februari lalu. Hasilnya sungguh manis. Ibe dinobatkan sebagai man of the match alias pemain terbaik di laga tersebut.
Tiga hari berselang, saat menjamu Tottenham Hotspur, penggawa tim nasional U-20 Inggris itu berperan dalam lahirnya gol ketiga sekaligus gol kemenangan The Reds. Pada laga melawan Besiktas, dia juga ditahbiskan sebagai man of the match.
Kemampuan melewati lawan yang dipadukan kecepatan plus visi membuat Ibe kini menjadi rising star bagi Liverpool. Pintu menuju tim nasional Inggris pun tinggal menunggu waktu untuk dibuka.
’’Saya tidak mau terburu-buru memikirkan itu semua (skuad reguler Liverpool dan timnas Inggris, Red). Yang saya bisa lakukan kini hanyalah terus bermain di dalam tim utama. Fokus saya hanya untuk itu,’’ ujarnya kepada The Guardian.
Total Ibe telah tampil enam kali membela Liverpool, lima di Premier League dan sekali di Europa League. Primanya penampilan Ibe tergolong mengejutkan. Sebab, di Liverpool, dia sebenarnya tidak bermain di posisi yang biasa dimainkan di klub-klub yang meminjamnya selama ini, yaitu sebagai winger. Dengan formasi 3-4-3 yang diterapkan Manajer Liverpool Brendan Rodgers, Ibe berperan sebagai wing back.
Jelas tak mudah. Sebagai pemain yang sebelumnya lebih berorientasi menyerang, kini dia dituntut mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Tapi, Ibe ternyata mampu beradaptasi dengan baik dan cepat.
Menurut Ibe, itu bisa terjadi karena dirinya dikelilingi para pemain dengan kemampuan hebat seperti Raheem Sterling, Daniel Sturridge, Mario Balotelli, dan Philippe Coutinho. Terutama Sterling.
Dalam wawancara dengan Daily Mirror, Ibe yang mengawali karir di Wycombe Wanderers itu menceritakan bagaimana Sterling sering memberinya saran. Baik ketika berada di dalam lapangan maupun saat di luar lapangan.
Karena itulah, Ibe menyebut Sterling yang hanya berusia setahun di atasnya sebagai model panutan. ’’Dialah yang bisa membuat saya percaya diri untuk mencoba dan mendapatkan apa yang sudah dia dapatkan sekarang. Selain dia, Mario (Balotelli) sering membantu saya,’’ tuturnya.
Ibe lantas mengenang apa yang dulu sering dia idam-idamkan di layar televisi saat menonton pertandingan Liverpool: bermain di Anfield dan mengenakan jersey merah Liverpool. Sampai sekarang pun dia masih sulit percaya semua itu bisa diraih secepat ini.
’’Semuanya terasa terjadi terlalu cepat. Mestinya, di usia saya yang sekarang, saya masih bermain di klub sekelas Derby County,’’ katanya seolah tak percaya.
Nah, setelah semua tercapai, pemain yang pernah menjalani trial di Manchester City itu punya impian besar yang ingin segera diwujudkan: membawa Liverpool berlaga di laga puncak Liga Champions seperti yang pernah dia tonton pada 2005. Ketika itu, sebagaimana diketahui, The Reds sukses menjadi juara setelah menundukkan AC Milan melalui adu penalti meski tertinggal dulu 0-3 sampai akhir babak pertama.
Karena musim ini The Reds sudah tersisih dari Liga Champions, tampil di final Europa League menjadi target terdekat. ’’Saya masih ingat, saya menonton laga final Liga Champions 2005 di televisi sambil mengenakanjersey Liverpool yang tetap saya simpan hingga kini. Orang tua sebenarnya tidak memberikan izin untuk menonton. Tapi, saya tetap menonton hingga larut malam sekalipun keesokan hari harus sekolah. Itu memori terbaik saya,’’ tegasnya. (ren/c17/ttg)

Parma Terancam Dilikuidasi

Parma Terancam Dilikuidasi

Bangkrut, FIGC Tawarkan Talangan Rp 73 M
23/02/15, 11:42 WIB
KENDALA DANA: Stadion Ennio Tardini batal menggelar laga Parma melawan Udinese Minggu malam (22/2). (Calcio)
PARMA – Betapa dalam Parma telah terjatuh ke jurang krisis finansial. Bukan hanya tidak mampu menggaji pemain, pelatih, dan seluruh staf klub sejak Juli 2014, juara Coppa Italia tiga kali itu bahkan juga tidak kuasa membayar biaya keamanan laga kandang melawan Udinese yang semestinya berlangsung Minggu malam WIB (22/2).
Jadilah, duel Serie A pekan ke-24 yang dijadwalkan dihelat di Stadion Ennio Tardini tersebut ditunda. Bahkan, jangankan soal biaya keamanan –mengutip pelatih tim junior Parma Hernan Crespo–, koran Inggris Daily Mirror kemarin melansir bahwa untuk anggaran minum pemain saat latihan pun tidak ada.
Parma yang menanggung utang 197 juta euro (sekitar Rp 2,8 triliun) itu pun kini berpeluang dinyatakan resmi bangkrut pada hearing dengan FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) 19 Maret nanti dan harus dirawat secara administrasi. Dampaknya, klub yang kini ditangani Roberto Donadoni itu akan didegradasi ke Serie B musim depan. Harapannya, investor baru bisa masuk saat mereka menjalani musim baru di kompetisi strata kedua di Italia tersebut.
Tetapi, sebagaimana dilansir Football Italia, jika upaya penyelamatan itu gagal, dalam pengertian Parma tidak bisa melanjutkan sisa Serie A musim ini, klub yang pernah begitu royal dalam pembelian pemain pada era 1990-an tersebut bakal dilikuidasi. Kalau itu yang terjadi, musim depan klub yang kini dimiliki Giampietro Manenti itu harus memulai dari Lega Dilettanti alias liga amatir, kasta terendah di struktur Liga Italia. Fiorentina dan Napoli pernah mengalami nasib serupa.
Dalam rangka menyelamatkan Parma itu pula, FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) menawarkan dana talangan 5 juta euro (Rp 73,1 miliar). Tujuannya agar Parma bisa meneruskan sisa Serie A musim ini sehingga tidak sampai dilikuidasi. Kelak di Serie B, jika Parma sudah punya investor baru, dana tersebut harus dikembalikan.
Kapten Parma Alessandro Lucarelli menegaskan, dirinya dan rekan-rekan setim lebih memilih Parma dinyatakan bangkrut. Karena itulah, mereka menolak menggunakan jalur hukum untuk menuntut gaji mereka yang ditunggak yang bisa berakibat pada dilikuidasinya Parma.
’’Kalau sampai dilikuidasi, ada sekitar 200 keluarga yang kehidupannya bergantung ke klub ini,’’ kata Lucarelli kepada La Gazzetta dello Sport.
Tetapi, Lucarelli melanjutkan, semua pemain tidak mau Parma tetap dikendalikan Manenti yang dinilai telah ingkar janji. ’’Awalnya Manenti menunjukkan kepada kami ’bukti’ dari bank bahwa dia memiliki dana 100 juta euro (Rp 1,4 triliun). Itu uang yang sangat banyak dan kami sempat percaya. Tapi, hingga sekarang, sepeser pun kami belum digaji,’’ kata Lucarelli.
Manenti membeli Parma bulan lalu dari Rezart Taci yang baru Desember lalu mengakuisisi klub yang pernah dibela bintang Bulgaria Hristo Stoichkov itu dari Tommaso Ghirardi. Yang aneh, konon, dalam dua kali akuisisi tersebut, Roma hanya dihargai 1 euro (Rp 14.600).
Karena itulah, Lucarelli juga menyalahkan Lega Calcio selaku operator kompetisi dan FIGC. ’’Lega dan federasi harus turut bertanggung jawab. Mengapa tidak ada pengecekan memadai dalam proses akuisisi klub? Mengapa Parma dibiarkan mendaftarkan 200 pemain sekaligus? Mengapa klub diizinkan hanya dijual 1 euro? Semua ini sungguh menggelikan,’’ katanya. (ren/c4/ttg)