Rabu, 25 Februari 2015

Ahok: Saya atau Dewan Masuk Penjara

Ahok: Saya atau Dewan Masuk Penjara

Kisruh APBD Terus Berlanjut
26/02/15, 05:20 WIB
Basuki T. Purnama (Ahok). (Hendra Eka/Jawa Pos)
JAKPUS – Hubungan Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) dan DPRD makin buruk. Hari ini (26/2) dewan mengagendakan sidang paripurna hak angket (penyelidikan) terhadap Ahok. Ahok pun mengeluarkan ”peluru” balasan ke arah politisi di Kebon Sirih. Bahkan, dia mengklaim sudah punya deretan bukti.
”Kami tunggu. Saya atau anggota DPRD masuk penjara,” kata Ahok di balai kota Rabu (25/2). Pernyataan mantan bupati Belitung Timur itu bukan tanpa dasar. Ahok juga semakin blak-blakan mengungkap permainan dana di dokumen APBD 2015. Dia menyebut dana siluman yang diduga titipan oknum anggota dewan. ”Yang bilang siluman bukan saya lho, tapi kepala BPKP. Dia paparkan di sini (balai kota, Red),” ujarnya.
Dia menyatakan, angkanya mencapai Rp 12,1 triliun. Di antaranya, dipakai untuk pengadaan uninterruptible power supply (UPS). Peranti itu berfungsi seperti genset. Total alokasi anggarannya mencapai Rp 6 miliar di Dinas Pendidikan (Dispendik) DKI. ”Masuk akal nggak? Itu bisa buat bangun sekolah. Gila nggak beli UPS untuk sekolah sampai Rp 6 miliar, dari mana coba ini?” ucap Ahok.
Ada juga proyek pengadaan peralatan audio kelas senilai Rp 4,5 miliar dan pengadaan alat peraga pendidikan usia dini Rp 15 miliar. Selain di dispendik, ujar Ahok, dana siluman tersebut ditemukan di hampir seluruh dinas di Pemprov DKI. ”Belum lagi, dinas pariwisata dan dinas yang lain. Pokoknya, total Rp 12,1 triliun,” katanya.
Karena itu, ungkap Ahok, pemprov kukuh menggunakan APBD dengan sistem e-budgeting. Tujuannya, anggaran siluman tersebut tidak tiba-tiba muncul. Ahok pun mengatakan tidak gentar dengan hak angket yang digulirkan anggota dewan. ”Saya tunggu angket dulu. Kami tinggal hitung-hitungan saja. Tapi, Kabareskrim dan jaksa agung punya hak angket untuk menyelidiki kegilaan DPRD,” ucapnya.
”Saya boleh dong minta tolong ke jaksa agung, polisi, dan KPK untuk menyelidiki permainan APBD-nya DPRD,” lanjut Ahok. Dia menuturkan, pihaknya mengapresiasi sikap Fraksi PKB DPRD DKI. Menurut Ahok, semestinya dewan lebih dulu menggunakan hak interpelasi (bertanya). ”Ngapain sih angket, interpelasi dong kalau ngerasa bener,” ujarnya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dispendik DKI Arie Budhiman menyatakan bahwa alokasi dana yang dimaksud Ahok tidak benar. Arie mengatakan sudah mengecek ke tim bidang sarana dan prasarana pendidikan. Namun, tidak ada dana untuk kebutuhan itu. ”Tahun ini kami tidak pernah mengusulkan,” ungkapnya.
Menanggapi serangan Ahok tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Muhamad Taufik menganggap tidak berdasar. Menurut dia, selama ini APBD selalu dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif. ”Jika anggaran itu tidak rasional, kami langsung coret,” katanya di gedung DPRD DKI kemarin.
Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu pun mempersilakan Ahok untuk melaporkan temuan anggaran siluman Rp 12,1 triliun tersebut ke mana pun. Taufik menyatakan, tudingan itu mengada-ada dan tidak masuk akal. Sebelumnya Ahok juga mencurigai adanya dana titipan dewan Rp 8,8 triliun. Namun, kata Taufik, pernyataan tersebut tidak bisa dibuktikan. ”Ini bentuk kepanikan Ahok sehingga bicaranya sembarangan,” jelasnya.
Sementara itu, Rabu (25/2) sejumlah warga berunjuk rasa ke gedung DPRD DKI. Mereka menyuarakan pencabutan mandat gubernur DKI. Dalam beraksi, mereka memberikan kado unik kepada anggota dewan. Apa itu? Jamu Tolak Angin. Diharapkan, para wakil rakyat di Kebon Sirih tidak sampai ”masuk angin” dalam pengguliran hak angket terhadap Ahok.
Dalam aksi Rabu (25/2), mereka juga menggalang tanda tangan pencabutan mandat gubernur. Beberapa anggota DPRD DKI ikut memberikan tanda tangan di kain panjang. Koordinator Aksi Laode menyatakan, pihaknya bakal berunjuk rasa hingga hari ini sekaligus mengawal jalannya sidang paripurna hak angket. (del/riz/puj/hud/c10/any)

Kemenag Usul Ongkos Haji Rp 41 Juta

Kemenag Usul Ongkos Haji Rp 41 Juta

DPR Menolak dan Minta Hitung Ulang
26/02/15, 05:20 WIB
Jamaah haji melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. (Reuters/Muhammad Hamed)
JAKARTA–Calon jamaah haji kuota 2015 harus menyiapkan uang lebih besar. Sebab, Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sekitar Rp 41 juta. Itu naik bila dibandingkan dengan rata-rata BPIH tahun lalu Rp 37,2 juta.
Kemenag mematok BPIH 2015 sebesar USD 3.193 per jamaah. Dengan kurs dolar di pasaran saat ini sekitar Rp 12.850 per dolar, jika dirupiahkan, ongkos naik haji usul Kemenag adalah Rp 41 juta. Jika setor uang muka BPIH Rp 25 juta, calon jamaah berarti harus menyiapkan lagi Rp 16 jutaan.
Sejatinya usul nominal BPIH 2015 dalam kurs dolar lebih rendah daripada rata-rata BPIH 2014 yang ditetapkan USD 3.219 per jamaah. Namun, penurunan yang hanya USD 26 itu tidak sebanding dengan pelamahan nilai tukar rupiah setahun terakhir ini.
Ketua Komisi VIII (bidang keagamaan) DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, komisinya meminta pemerintah memangkas lagi besaran BPIH 2015. ’’Kalau turunnya segitu (USD 26, Red) sama saja tidak ada penurunan,’’ kata politikus PAN itu kemarin.
Saleh menuturkan, komisi VIII kompak meminta Kemenag untuk menghitung ulang usul BPIH 2015 tersebut. Dia berharap komponen-komponen penyelenggaraan ibadah haji bisa ditekan. Meski begitu, Saleh meminta kualitas pelayanan tidak boleh diturunkan.
Dia mengatakan, dalam pembahasan itu, pemerintah menggunakan asumsi kurs dolar Rp 12.500 seperti dalam APBN. Namun, dalam praktiknya nanti, jamaah melunasi BPIH berdasar kurs dolar di pasaran. ’’Besaran BPIH jangan sampai memberatkan jamaah,’’ tandasnya.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Jamil menjelaskan, besaran BPIH versi pemerintah itu masih fleksibel. Artinya, selama sidang-sidang panja BPIH berikutnya, masih dibuka usul untuk menekan biaya tersebut. ’’Semua komitmen untuk menurunkan besaran BPIH,’’ jelas dia.
Pada intinya, Jamil mengatakan, pembahasan BPIH 2015 itu masih terlalu dini. Dia mengatakan, nominal pasti ongkos haji baru disahkan pada April. Jamil juga menjelaskan, penetapan BPIH harus realistis terkait sewa pemondokan serta biaya akomodasi lain di Arab Saudi nanti. (wan/c10/end)

Terpidana Mati Spanyol Ajukan Grasi Lagi

26/02/15, 05:30 WIB
TAK MENYERAH: Raheem (kiri) saat ditemui pengacaranya, Utomo Karim, di Lapas Madiun. (Dok Utomo Karim)
SURABAYA – Raheem Agbaje Salami tidak menyerah. Terpidana mati kasus penyelundupan heroin seberat 5,2 kilogram itu mengajukan grasi untuk kali kedua. Tapi, permohonan tersebut langsung ditolak Pengadilan Negeri Surabaya.
Grasi itu diajukan Raheem yang berwarga negara Spanyol melalui kuasa hukumnya, Utomo Karim. Pengacara yang berkantor di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, itu mendapat kuasa dari Raheem untuk mengajukan grasi lagi kepada presiden. ”Saya sudah bertemu langsung dengan yang bersangkutan,” kata Karim.
Berkas permohonan grasi tersebut didaftarkan ke pengadilan di Jalan Arjuno itu pada Jumat pekan lalu. Di sana dia bertemu dengan panitera sekretaris dan wakil panitera sekretaris PN Surabaya. Hanya, mereka menolak menerima permohonan itu dengan dalih ketua pengadilan sedang sakit.
Tidak putus asa, dia kembali ke sana pada Selasa (24/2) dan Rabu (25/2). Lagi-lagi, jawaban yang didapatnya sama. PN tidak mau menerima pendaftaran permohonan grasi itu dengan alasan ketua PN masih sakit. ”Saya sangat menyayangkan kejadian ini,” jelasnya.
Karim mengatakan, dalam proses pengajuan grasi, pengadilan hanya meneruskan permohonan yang didaftarkan. Pengadilan tidak berhak menolak karena yang menentukan adalah presiden. Akhirnya, dia mengirimkan surat permohonan itu dengan menggunakan jasa ekspedisi.
Salah satu alasan permohonan itu adalah penolakan grasi dianggap tidak sah. Karim mengatakan, Raheem mengajukan grasi pada 6 September 2008. Saat itu berlaku Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002. Ketika ada perubahan undang-undang tersebut pada 2010, terdapat pasal 15 A ayat 1. Intinya, permohonan grasi yang belum diselesaikan berdasar Undang-Undang 2002 harus diselesaikan paling lambat 22 Oktober 2012.
Kenyataannya, presiden baru menyatakan menolak grasi tersebut pada awal 2015. Karena itulah, dia menganggap bahwa penolakan grasi yang dikeluarkan presiden itu tidak sah. ”Maka, saya mengajukan grasi lagi,” katanya.
Dia mengatakan, selama ini Raheem sudah menjalani hukuman 17 tahun penjara. Selama tinggal di penjara, kliennya berkelakuan baik. Raheem juga sadar bahwa perbuatannya melanggar hukum di Indonesia. Karena itulah, dia memohon ampun kepada bangsa Indonesia. Dalam permohonan grasi tersebut, Raheem menginginkan presiden mengubah hukumannya. Vonis yang awalnya hukuman mati diminta untuk diubah menjadi pidana penjara 20 tahun. ”Hukuman itu sesuai vonis di persidangan tingkat pertama,” jelasnya.
Raheem ditangkap di Bandara Juanda pada 1999 karena kedapatan membawa 5,2 kilogram heroin. Warga negara Spanyol itu diproses hukum dan langsung divonis hukuman mati. Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, dia mengajukan grasi pada 11 September 2008. Jawaban grasi tersebut baru turun tujuh tahun kemudian dan isinya ditolak. (eko/c6/ayi)

Batu Giok 20 Ton Dibelah

Batu Giok 20 Ton Dibelah

26/02/15, 06:10 WIB
KIKIS PELAN-PELAN: Para pekerja pembelah batu yang disewa Pemkab Nagan Raya untuk membelah batu giok 20 ton di hutan lindung, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Rabu 25/2). (Ibrahim Istra/ Rakyat Aceh/JPNN)
NAGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Aceh, memutuskan untuk membelah batu giok seberat 20 ton. Batu yang ditemukan di tengah hutan lindung pada 9 Februari lalu itu dipotong-potong dalam ukuran lebih kecil.
Kepada Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nagan Raya Samsul Kamal menjelaskan, sejak dua hari lalu, pihaknya mengupah warga untuk membelah batu. ’’Sudah 5 ton yang berhasil kami kumpulkan. Sisanya diupayakan untuk terus dibelah,’’ jelasnya.
Dia belum bisa memastikan apakah batu hasil pembelahan itu akan dijual atau disimpan. ’’Keputusan soal tersebut akan dimusyawarahkan muspida,’’ ujarnya.
Apalagi batu itu sudah menjadi batu koral. ’’Memang, diperkirakan ada yang super, tapi di tengah-tengah batu besar itu,’’ ujar Samsul yang semakin mengundang penasaran.
Dia mengaku sudah menghabiskan Rp 125 juta untuk biaya pembelahan dan pengangkutan batu giok tersebut. Dana itu belum termasuk biaya petugas penjaga di lapangan. Dari pantauan Rakyat Aceh, batu giok 20 ton tersebut dijaga 10 personel TNI dari Kompi Kruen Isep, Beutong. Ada pula 10 personel Brimob dari Subden III Ujong Fatihah, Kuala, serta dua anggota koramil dan polsek setempat.
Batu giok tersebut ditemukan Usman, 45, warga Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, saat mencari batu bersama sejumlah warga lain pada 9 Februari lalu. Karena ada moratorium pengambilan batu alam, dia tidak mengambilnya. Namun, diam-diam, warga dari desa tetangga mengetahui batu tersebut dan berupaya mengambilnya.
Sempat terjadi ketegangan antara dua kelompok warga tersebut. Untungnya, polisi cepat mengamankan lokasi. Sengketa itu tidak sampai berujung kontak fisik.
Beberapa hari kemudian, setelah ada dialog dengan berbagai pihak, disepakati batu giok tersebut dibelah untuk diamankan ke pusat pemerintah di ibu kota Nagan Raya. Sedikit demi sedikit, batu giok yang ditaksir bernilai miliaran rupiah itu dikikis.
Pecahan batu alam tersebut selanjutnya diangkut warga ke posko utama yang berjarak sekitar 2 km dari lokasi penemuan. Hingga saat ini, pembelahan batu tersebut masih berlangsung. (mag-59/JPNN/c5/kim)

Harga Beras Pasti Turun, Wapres Yakin Terjadi Pekan Depan

Harga Beras Pasti Turun, Wapres Yakin Terjadi Pekan Depan

26/02/15, 06:00 WIB
Foto Ilustrasi JPNN
JAKARTA – Kenaikan harga beras yang sudah berlangsung hampir sebulan menjadi masalah genting yang harus segera diselesaikan. Rabu (25/2) Presiden Jokowi terjun langsung ke gudang Bulog untuk memastikan bahwa operasi pasar yang sedang gencar dilakukan tepat sasaran.
Pemerintah memang sangat optimistis operasi pasar bakal menjadi resep jitu untuk menurunkan demam tingginya harga beras. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, operasi pasar besar-besaran oleh Bulog memang tidak akan serta-merta menurunkan harga beras di berbagai daerah. Dia menyebutkan butuh waktu, tetapi tidak akan lama.
Apakah pekan depan harga beras bisa dipastikan turun? ’’Saya bukan ahli ramal. Tapi, pasti turun,’’ tegasnya di Kantor Wakil Presiden kemarin.
Bukan tanpa alasan JK begitu yakin harga beras akan kembali turun. Selain operasi pasar oleh Bulog, pekan depan yang berarti awal Maret memang mulai masuk musim panen padi di beberapa daerah. Meski panen raya diperkirakan baru terjadi April–Mei mendatang, pasokan panen Maret diperkirakan sudah cukup banyak. ’’Makanya aman, harga turun,’’ katanya.
JK yakin, tambahan pasokan dari jalur operasi pasar dan panen akan mampu menekan harga. Apalagi stok beras Bulog yang mencapai 1,4 juta ton dinilai sangat mencukupi kebutuhan masyarakat. ’’Kami keluarkan 500 ribu–600 ribu ton, selesai itu (harga turun lagi, Red),’’ ucapnya.
Dia mengklaim, pemerintah serius mengatasi lonjakan harga beras karena langsung memengaruhi dapur rakyat. Namun, pemerintah juga tidak ingin harga beras terlalu rendah karena bakal memukul para petani. ’’Kami tidak akan turunkan seperti pikiran konsumen yang ingin harga serendah-rendahnya. Petani mau hidup dari mana kalau harga beras rendah?’’ ujarnya.
Komitmen menjaga harga beras agar tidak sampai jatuh kemarin juga ditegaskan Presiden Jokowi saat melakukan sidak ke gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta. Meski sadar harga beras saat ini sudah tidak wajar, dia tetap melarang impor bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia itu. ’’Jangan impor. Kita harus junjung sendiri,’’ tegas Jokowi di sela sidak.
Masa panen mulai bulan depan praktis akan menambah pasokan beras ke pasar. Sesuai dengan hukum pasar, kondisi tersebut tentu bisa menekan harga di pasaran. ’’Kami tetap ingin menjaga agar nanti tidak ada oversupply(pasokan berlebih, Red) saat panen,’’ tegas Jokowi.
Selain meninjau gudang Bulog di Jakarta kemarin, secara simbolis Jokowi melepas puluhan truk yang mendistribusikan dua jenis beras ke wilayah Jabodetabek. Yaitu, beras untuk rakyat miskin (raskin) dan beras dengan harga miring untuk operasi pasar.
Tidak hanya ke Jabodetabek, dua jenis beras itu didistribusikan secara serentak dalam minggu-minggu ini ke seluruh wilayah Indonesia. Khusus untuk raskin, jumlah total yang siap disalurkan mencapai 300 ribu ton. Pada kesempatan itu, Jokowi juga sempat melakukan telekonferensi dengan gudang Bulog di sejumlah wilayah lain. Yaitu, wakil Bulog dari Palembang, Jawa Barat, Surabaya, serta Bali.
Dari Palembang dilaporkan, perwakilan Bulog di sana siap menyalurkan 730 ton raskin. Sudah ada 15 truk yang akan mengirimkan jatah raskin ke 14 kelurahan. Kemudian, di Jawa Barat, 2.300 ton raskin siap disalurkan. Untuk Surabaya, beras dengan harga miring mulai didistribusikan ke sejumlah titik di ibu kota Provinsi Jawa Timur itu dan sekitarnya. Di Bali, sudah disiapkan 173 ton raskin untuk dua kabupaten, yaitu Tabanan dan Blutung.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menambahkan, operasi pasar oleh Bulog akan didistribusikan langsung ke masyarakat atau tidak melewati pedagang seperti operasi pasar selama ini. ’’Supaya harga (dari Bulog) langsung diterima masyarakat,’’ kata Gobel yang turut mendampingi presiden saat sidak.
Desember 2014 hingga Januari 2015, Bulog sebenarnya melakukan operasi pasar. Antara lain, menggelontorkan 75 ribu ton beras. Namun, dalam operasi pasar ketika itu, beras tidak disalurkan langsung ke tangan masyarakat. Dengan harga gudang Rp 6.800 per kilogram, beras-beras tersebut seharusnya dijual ke konsumen Rp 7.400 per kilogram. Namun, realitas di lapangan, harga tersebut sulit ditemui.
Gobel menegaskan, pihak-pihak yang selama ini dipercaya mendistribusikan beras operasi pasar dari Bulog itu akan diaudit. Mereka yang terbukti melanggar akan ditindak tegas. Mulai dicabut izin operasinya hingga dipidanakan.
Misalnya, dia mengungkapkan salah satu informasi yang masuk kepada dirinya tentang adanya pihak tertentu yang memanipulasi beras operasi pasar dari Bulog. Pihak tersebut memasukkan beras operasi pasar itu ke merek dagang tertentu. ’’Itu menyalahi aturan pemerintah. Itu harus ditindak. Saya beri sinyal, jangan main-main,’’ tegasnya. (owi/dyn/c5/kim)

Senin, 01 Desember 2014

Pasar Respon Positif Inflasi November

Pasar Respon Positif Inflasi November


JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan berhasil menguat. Pada penutupan bursa hari ini (1/12), IHSG naik 14,400 poin (0,28 persen) ke level 5.164,288 dan indeks LQ45 naik 4,365 poin (0,49 persen) ke level 890,699.
Frekuensi transaksi perdagangan reguler hari ini mencapai 218.320 kali dengan volume mencapai 4,512 miliar saham atau sebesar Rp 4,780 triliun. Sebanyak 143 saham naik, sebanyak 172 saham turun, dan selebihnya stagnan.
Saham-saham naik dengan nilai tertinggi (top gainers) antara lain, Indo Kordsa (BRAM) naik 1.040 (22,81 persen) ke level 5.600. Indocement Tunggal (INTP) naik 750 (3,04 persen) ke level 25.425. Gowa Makassar Tourism (GMTD) naik 675 (9,44 persen) ke level 7.825. Semen Indonesia (SMGR) naik 675 (4,22 persen) ke level 16.675.
Sebaliknya, saham-saham turun dengan nilai paling dalam (top losers) di antaranya Astra Agro (AALI) turun 975 (4,06 persen) menjadi 23.025. Indo Tambangraya (ITMG) turun 625 (3,29 persen) menjadi 18.400. Gudang Garam (GGRM) turun 475 (0,78 persen) menjadi 60.700. Unilever (UNVR) turun 425 (1,34 persen) menjadi 31.375.
Tim Analis PT Valbury Asia Securities menyebut bursa saham Indonesia berpotensi bergerak mixed (beragam) pada sepanjang pekan ini. Investor akan mencermati data inflasi bulan November 2014. Inflasi November menjadi penting karena, menunjukkan seberapa besar dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap besaran inflasi.
“Jika laju inflasi November tidak naik signifikan maka, berarti pemerintah mampu mengatasi dampak kenaikan harga BBM melalui program bantuan ke masyarakat yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan atau mampu manjaga suplai bahan pokok.”
Badan Pusat Statistik (BPS) siang tadi merilis angka inflasi pada November 2014 sebesar 1,5 persen. Secara tahun kalender (Januari – November) inflasi, 5,75 persen, dan secara year on year (tahunan) dibandingkan November 2013 angka inflasi sebesar 6,23 persen.(gen/dio)

Revalina Sudah Tunangan

Revalina Sudah Tunangan


JAKARTA – Berita bahagia datang dari artis cantik Revalina S. Temat, 29. Bintang film Hijrah Cinta tersebut resmi bertunangan dengan kekasih, Rendy Aditya Gunawan. Reva, panggilan akrab Revalina, telah menjalin asmara dengan Rendy selama dua tahun.
Pertunangan Reva dengan Rendy diketahui dari foto yang diunggah ke akun Instagram Reva. Di foto tersebut, mereka menampakkan senyum bahagia. Keduanya juga memamerkan cincin pertunangan yang melingkar di jari manis tangan kiri masing-masing. Reva mengenakan kebaya hitam, sedangkan Rendy memakai kemeja batik.
Ibunda Reva, Rachmaniar, saat dihubungi wartawan Senin (1/12) membenarkan tentang pertunangan putrinya dengan kekasihnya tersebut. ’’Terima kasih banyak ya. Alhamdulillah, lamarannya sudah,” katanya. Dia mengungkapkan bahwa acara pertunangan keduanya diadakan Minggu (30/11) di kediaman Reva, kawasan Bintaro. ’’Acaranya di rumah,” ujar dia.
Acara pertunangan tersebut tidak terdengar media. Saat dikonfirmasi, Rachmaniar enggan menceritakan jalannya pertunangan keduanya. ’’Aduh jangan saya, nanti sama orangnya langsung saja. Sekarang Reva-nya lagi syuting,” ujarnya. Ibunda pemeran film Perempuan Berkalung Sorban tersebut juga tidak mau berbicara banyak saat ditanya tentang sosok calon menantunya. ’’Jangan sama saya tanyanya, nanti aja,” tandasnya. (dod/c7/jan)